Pentingnya bahan organik dalam tanah Anda jauh lebih dari sekadar membuat tanah terlihat lebih gelap. Bahan organik menahan air, menyimpan nutrisi, dan memberi makan makhluk kecil yang menjaga kesehatan tanaman. Tanpa cukup bahan organik, tanah Anda gagal memberikan apa yang dibutuhkan tanaman.
Saya belajar pelajaran ini dengan cara yang sulit selama kekeringan dua musim panas lalu. Kebun saya memiliki dua bagian utama. Satu bedeng bertingkat mendapat kompos segar setiap musim semi. Bedeng lainnya terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa ada yang ditambahkan. Ketika hujan berhenti selama tiga minggu, perbedaannya mengejutkan saya.
Bedeng kaya kompos tetap lembap selama empat hingga lima hari setelah setiap penyiraman. Tanaman terus tumbuh tanpa layu. Tapi bedeng yang terbengkalai mengering dalam waktu kurang dari dua hari tidak peduli berapa banyak air yang saya siramkan. Tomat di bagian itu terkulai menjelang siang setiap hari. Matahari sama, jadwal penyiraman sama, tapi hasil sangat berbeda.
Penelitian NRCS menjelaskan mengapa ini terjadi. Bahan organik menahan 10 hingga 1.000 kali lebih banyak air dan nutrisi daripada partikel tanah mineral saja. Pasir, debu, dan tanite liat hanya bisa melakukan begitu banyak. Fraksi organik bertindak seperti spons yang menangkap kelembapan. Kemudian melepaskan air kembali ke akar tanaman dari waktu ke waktu. Fungsi bahan organik ini membuat perbedaan antara tanah yang bekerja untuk Anda dan tanah yang melawan Anda.
Manfaat kesehatan tanah jauh melampaui penyimpanan air. Setiap 1% bahan organik di tanah Anda menyimpan nutrisi senilai sekitar $500 per hektar. Jumlah yang sama dapat menyuplai 20-50% kebutuhan nitrogen tanaman tanpa pupuk tambahan. Tanah Anda menjadi rekening tabungan yang membayar bunga dalam bentuk nutrisi tanaman.
Bahan organik juga memberi makan makhluk hidup yang membuat tanah berfungsi. Cacing tanah, bakteri, dan jamur semuanya membutuhkan material kaya karbon untuk dimakan. Ketika Anda membuat mereka kelaparan, siklus nutrisi melambat. Struktur tanah rusak. Penyakit akar berbahaya muncul lebih sering karena mikroba bermanfaat tidak bisa melawan balik.
Anda dapat memeriksa status bahan organik tanah Anda sendiri dengan beberapa tes sederhana. Tuangkan air ke tanah kosong dan perhatikan apa yang terjadi. Apakah air meresap cepat atau menggenang di permukaan? Ambil segenggam dan remas. Apakah tanah menyatu dalam gumpalan atau hancur seperti bubuk? Cium baunya. Tanah sehat berbau seperti tanah dan hidup, bukan berdebu atau asam.
Perhatikan juga apa yang terjadi setelah hujan. Tanah rendah bahan organik membentuk kerak dan retak saat mengering. Air mengalir daripada meresap saat badai berikutnya. Angin meniup tanah kering. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa tanah Anda membutuhkan lebih banyak material organik agar berfungsi dengan benar.
Mulailah menambahkan kompos, mulsa, atau tanaman penutup jika tanah Anda menunjukkan tanda-tanda peringatan ini. Bahkan satu inci kompos bagus yang disebarkan setiap tahun akan meningkatkan bahan organik Anda dari waktu ke waktu. Campurkan ke beberapa inci atas tanah atau biarkan cacing menariknya ke bawah untuk Anda. Manfaat kesehatan tanah bertambah cepat begitu Anda mulai memberi makan tanah Anda seperti yang diinginkannya.
Baca artikel lengkap: Bahan Organik Tanah: Panduan Lengkap