Disebut Kentucky bluegrass karena kepala biji berwarna biru-ungu yang dihasilkan rumput ini setiap musim semi di padang terbuka. Kepala biji ini menyebar di padang rumput Kentucky yang bergelombang dan memberikan warna kebiruan pada seluruh padang yang bisa dilihat dari kejauhan. Pemukim Eropa menyadari warna ini dan memberi nama pada rumput tersebut. Nama itu melekat dan menyebar ke seluruh negeri selama dua ratus tahun berikutnya.
Asal usul nama Kentucky bluegrass berawal dari masa kolonial. Pemukim membawa rumput ini dari Eropa, kemungkinan besar tercampur dalam jerami dan pakan ternak. Rumput ini tumbuh subur di tanah kapur yang kaya dan iklim sejuk Kentucky. Di akhir musim semi, ladang Anda akan mengeluarkan gelombang tangkai biji biru-ungu. Seluruh padang berubah menjadi warna biru lembut saat dilihat dari kejauhan. Orang-orang mulai menyebut wilayah itu "negeri bluegrass" dan rumput ini pun mendapat sebutan yang sama. Anda bisa menelusuri jalur penamaan ini melalui surat-surat dan catatan lama dari tahun 1700-an.
Dari pengalaman saya berjalan di kawasan peternakan kuda di luar Lexington pada bulan Mei, warnanya langsung tertangkap mata. Kepala biji pada rumput padang yang tidak dipotong menangkap cahaya sore dan mengubah ladang menjadi nuansa biru-violet lembut. Anda harus melihatnya langsung untuk memahami mengapa pemukim memilih nama itu. Asal usul nama Kentucky bluegrass langsung masuk akal bagi saya saat berdiri di tepi ladang itu dan memandang bukit-bukit yang bergelombang.
Kepala biji tipe panikel menciptakan warna yang Anda lihat dari kejauhan. Setiap bunga kecil pada tangkai biji yang bercabang memiliki sedikit rona ungu. Satu tanaman saja tidak akan terlihat biru di mata Anda. Tapi jutaan kepala biji yang mekar bersamaan di sebuah ladang menciptakan kabut kebiruan yang terkenal itu. Rumput ini berbunga hanya selama 2 hingga 3 minggu di akhir musim semi. Jendela singkat itulah satu-satunya waktu Anda bisa menangkap warna yang memberi nama pada rumput ini.
Ikatan Kentucky dengan rumput ini semakin kuat di tahun 1800-an seiring peternakan kuda menyebar di seluruh wilayah. Para peternak menghargai pertumbuhan tebal dan kandungan kalsium tinggi dari tanah kaya kapur. Kentucky dikenal sebagai Bluegrass State. Pacuan kuda, bourbon, dan bluegrass semuanya terikat menjadi satu identitas. Rumput ini memberi makan kuda-kuda yang membuat negara bagian ini terkenal. Anda masih bisa melihat padang rumput bernuansa biru di balik pagar putih di peternakan kuda yang beroperasi dekat Lexington hingga hari ini.
Sejarah nama bluegrass tetap hidup hingga hari ini melalui musik, olahraga, dan halaman depan Anda sendiri. Bill Monroe menamai bandnya Blue Grass Boys dari julukan negara bagian tersebut. Band itu melahirkan seluruh genre musik. Anda mungkin memiliki rumput ini tumbuh di halaman sekarang tanpa tahu namanya berasal dari kepala biji ungu di Kentucky era kolonial. Sejarah nama bluegrass menghubungkan satu ciri visual sederhana dengan seluruh budaya dan identitas suatu negara bagian.
Anda bisa mengenali Kentucky bluegrass di halaman sendiri dengan tiga pemeriksaan sederhana. Cari ujung daun berbentuk perahu yang melengkung ke atas seperti haluan kano. Periksa penampang daun apakah berbentuk huruf V saat dilipat. Temukan garis tulang daun yang terlihat di tengah setiap helai daun. Tiga ciri ini membedakannya dari tall fescue dan ryegrass. Ambil satu helai daun, lipat menjadi dua, dan cari lipatan tulang daun itu. Jika Anda melihatnya beserta ujung berbentuk perahu, Anda memiliki Kentucky bluegrass di halaman. Coba periksa rumput Anda di akhir musim semi saat kepala biji muncul dan Anda mungkin bisa menangkap warna biru-ungu itu sendiri.
Baca artikel lengkap: Panduan Perawatan Rumput Kentucky Bluegrass