Kekurangan landscape fabric yang paling besar adalah tanah memadat, aliran air buruk, dan akar terperangkap. Anda tidak akan menyadari masalah ini di tahun pertama. Masalah ini muncul perlahan selama 2 hingga 3 musim dan semakin parah setiap tahun setelahnya. Saat Anda menyadari kerusakannya, tanah dan tanaman Anda sudah lama menderita.
Saya pernah membantu seorang teman melepas fabric dari bedengannya setelah sekitar tujuh tahun. Kami menghabiskan satu hari Sabtu penuh berlutut menarik potongan-potongan material hitam dari tanah. Setiap potongan memiliki akar yang menjalar menembus seperti benang melalui lubang jarum. Akar semak sudah menyatu dengan fabric, jadi menariknya berarti merobek akar. Saat saya melihat tanah di bawah fabric, warnanya abu-abu dan tak bernyawa. Bedengan yang hanya berjarak tiga meter tanpa fabric memiliki tanah gelap dan gembur yang penuh cacing.
Inilah yang terjadi seiring waktu. Serpihan kecil mulsa yang terurai, debu, dan kotoran mengendap ke dalam pori-pori fabric dan menyumbatnya. Begitu pori-pori tertutup, air menggenang di permukaan alih-alih meresap ke akar tanaman Anda. Fabric juga menghentikan pergerakan udara melalui tanah. Cacing tanah dan mikroba bermanfaat membutuhkan aliran udara itu untuk bertahan hidup. Tanpa itu, mereka mati atau pergi. Ini menyebabkan kerusakan tanah akibat landscape fabric yang serius seiring waktu. Tanah yang sehat membutuhkan miliaran organisme kecil untuk mengurai bahan dan menjaga tanah tetap gembur.
Dari pengalaman saya, bagian terburuknya adalah apa yang tidak terlihat dari permukaan. Saya menguji tanah di bedengan teman yang ditutupi fabric dengan tes remas sederhana. Tanah itu menggumpal seperti tanah liat mainan dan sama sekali tidak bisa diremahkan. Tanah dari bedengan terdekat tanpa fabric hancur dengan sentuhan ringan. Perbedaan itu menjelaskan segalanya tentang apa yang dilakukan fabric selama bertahun-tahun terhadap tanah Anda.
Penn State Extension mencatat salah satu kasus pencabutan terburuk yang pernah ditemukan. Sebuah fabric yang sudah terpasang selama 20 tahun membutuhkan 2 pekerja selama 2 hari penuh untuk dicabut. Tanah di bawahnya terasa seperti tanah liat basah saat disentuh. Kru harus mengangkut 40 kantong mulsa segar hanya untuk mengembalikan bedengan ke kondisi yang bisa digunakan. Biaya pencabutan itu jauh lebih mahal daripada biaya pemasangan fabric di awal.
Salah satu masalah landscape fabric yang paling parah adalah seberapa cepat gulma kembali. Benih terbawa angin dan mendarat di atas mulsa yang menutupi fabric Anda. Benih tersebut berkecambah di mulsa yang terurai dalam 1 hingga 2 minggu di cuaca hangat. Sekarang Anda memiliki gulma yang tumbuh di atas fabric. Akarnya menjalar turun menembus pori-pori, yang membuat gulma lebih sulit dicabut dibandingkan gulma di tanah biasa.
Jika Anda memiliki fabric di halaman saat ini, perhatikan tanda-tanda peringatan ini. Air menggenang di permukaan setelah hujan berarti pori-pori Anda tersumbat. Tanaman terlihat stres atau kerdil meski sudah disiram berarti akar tidak bisa menyebar. Gulma tumbuh sama lebatnya dengan bedengan tanpa fabric menandakan material tersebut sudah kehilangan fungsinya dan perlu dicabut.
Untuk melepas fabric dengan aman dari bedengan Anda, potong menjadi strip selebar 60 cm menggunakan pisau cutter. Jangan menarik lembaran besar karena Anda akan merobek akar tanaman. Kerjakan di sekitar zona perakaran dan potong fabric dari batang tanaman. Setelah semuanya tercabut, tambahkan 7 hingga 10 cm mulsa organik untuk menyuburkan tanah yang kelaparan. Bedengan Anda akan pulih dalam satu musim tanam begitu tanah bisa bernapas dan mengalirkan air lagi. Biaya mulsa tersebut hanya sebagian kecil dari yang Anda habiskan untuk fabric dan staples di awal.
Baca artikel lengkap: Landscape Fabric: Kelebihan, Kekurangan, dan Kegunaannya