Tanaman hias · Acoraceae

Jeringau

Acorus gramineus

Jaga tanah tetap basah secara konsisten dan beri sedikit sinar matahari, dan jeringau akan membalasnya dengan kipas daun rapi menyerupai rumput sepanjang musim.

Cahaya

Matahari penuh

Air

Setiap 1–⁠3 hari

Ketahanan

hingga -29°C

Ukuran dewasa

0,2–⁠1,2 m

Beracun bagi kucing, anjing, kuda dan lainnya
Jeringau

Ikhtisar

Jeringau adalah tanaman tahunan yang lembut dan menyerupai rumput, ditanam untuk kipas daun tegak yang beraroma, bukan untuk pertunjukan bunga yang mencolok, jadi tidak ada trik khusus untuk memancingnya berbunga. Tanaman ini termasuk genus Acorus, yang cukup tua untuk memiliki familinya sendiri, Acoraceae, dan tidak berkerabat dekat dengan rumput sejati maupun iris. Remas selembar daunnya di antara jari Anda dan aroma hangat serta pedas akan tercium, dan aroma yang menyenangkan itulah asal-usul namanya.

Dua tanaman berbeda menyandang nama ini, dan keduanya sama-sama mudah dirawat. Acorus gramineus yang kerdil hanya setinggi 15 hingga 30 cm dan menampilkan bentuk emas dan krem yang cantik, sementara jeringau biasa yang lebih besar, Acorus calamus, tumbuh hingga sekitar 60 cm dengan helaian daun lebar menyerupai iris. Yang mereka miliki bersama adalah kesukaan pada akar yang basah, sehingga keduanya cocok untuk tepi kolam, rawa, taman hujan, atau pot yang dibiarkan berdiri di atas piring berisi air.

Yang sebenarnya dibutuhkan jeringau dari Anda hanyalah kelembapan yang stabil dan sedikit kesabaran. Tanaman ini melebar perlahan melalui rimpang yang merambat dan hanya membutuhkan sedikit selain air secara teratur, sehingga menjadi tanaman yang pemaaf untuk pemula. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah kekeringan, karena membiarkan tanah mengering membuat ujung daun hangus dan kecokelatan lebih cepat dibandingkan hampir semua kesalahan lain yang bisa Anda perbaiki.

Perawatan

Singkatnya: berikan sinar matahari penuh hingga naungan sebagian di tanah yang selalu lembap hingga basah, atau bahkan sedikit genangan air dangkal, dan jangan pernah biarkan tanahnya mengering. Pemupukan ringan di musim semi dan pemangkasan daun yang lusuh di akhir musim dingin adalah semua perawatan yang dibutuhkan, dan keduanya mudah dilakukan dengan benar.

Cahaya

Jeringau paling bahagia dengan sinar matahari penuh, meski ia juga bisa menoleransi sinar matahari sebagian dan naungan sebagian dengan baik, sehingga lokasi yang kurang sempurna jarang menjadi masalah. Bentuk emas dan berbelang mempertahankan warna paling cerah dengan lebih banyak cahaya, dan sedikit naungan di sore hari membantu mereka menghindari kehangusan saat musim panas terik.

Penyiraman

Anggap saja ini tanaman rawa marginal dan Anda tidak akan salah: jaga tanah tetap lembap hingga basah secara konsisten setiap hari, atau tanam dalam genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 cm di tepi kolam atau aliran air. Acorus calamus yang lebih besar menyukai air yang lebih dalam dibandingkan gramineus yang kerdil. Kekeringan adalah satu-satunya kesalahan yang benar-benar menghambatnya, membuat dedaunan cepat kecokelatan, jadi lebih baik condong ke terlalu basah daripada terlalu kering.

Media tanam

Jeringau tumbuh di tanah subur yang tetap lembap hingga basah secara konsisten, dan sama sekali tidak rewel soal tekstur, tumbuh dengan baik di tanah liat, lempung, pasir, atau lumpur, serta tahan terhadap genangan air yang sering. Targetkan pH antara 5,5 dan 7,5, yang berada nyaman dari sedikit asam hingga netral dan mudah dicapai.

Suhu

Ini adalah tanaman yang tangguh dalam rentang yang luas, tahan dari sekitar -29°C hingga 35°C. Ketahanan terhadap dingin yang mendalam inilah yang membawanya melewati musim dingin dengan aman hingga sejauh zona 5, jadi pembekuan yang keras tidak perlu dikhawatirkan.

Kelembapan

Kelembapan udara luar ruangan biasa sudah lebih dari cukup di sini, jadi tidak ada angka target yang perlu dikejar dan tidak ada yang perlu diukur. Yang benar-benar diperhatikan jeringau adalah akar yang basah, bukan udara yang lembap, sehingga menjadikannya tanaman yang santai untuk dipelihara.

Pemupukan

Jeringau adalah pemakan ringan yang bisa bertahan dengan sangat sedikit pupuk saat tanahnya subur dan lembap. Satu dosis lembut pupuk lepas-lambat berimbang di musim semi adalah semua yang dibutuhkannya, dan bahkan itu pun bersifat opsional, jadi melewatkannya sesekali tidak masalah.

Pemangkasan

Pemangkasan tidak bisa lebih sederhana lagi, karena jeringau sangat rendah perawatan dan tidak memerlukan pemangkasan rutin. Pangkas atau buang daun yang lusuh, hangus, atau rusak akibat musim dingin pada akhir musim dingin atau awal musim semi, dan rumpunnya akan menyegarkan diri sendiri.

Penggantian pot

Tanaman dalam pot menyukai pembagian atau pemindahan ke pot yang lebih besar setiap 2 hingga 3 tahun, ritme yang mudah dijaga. Angkat dan bagi rumpun saat Anda melihat akar memenuhi pot, mahkota tanaman terangkat di atas tanah, atau bagian tengah rumpun mulai menipis.

Ukuran & jarak tanam

Tergantung jenis jeringau yang Anda tanam, tinggi tanaman berkisar dari 15 hingga 120 cm, mulai dari gramineus kerdil yang mungil hingga calamus berukuran penuh. Beri jarak 15 hingga 60 cm antar tanaman, dan rapatkan sedikit jika Anda menginginkan penutup tanah yang lebih cepat.

Waktu tanam

Jeringau tahan banting dari zona 5 hingga 11, jadi penentuan waktu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tanam hasil pembagian rimpang di musim semi setelah embun beku berlalu, ke tanah yang tetap basah, dan bulir bunga kehijauan kecil akan muncul pada Mei dan Juni. Karena tanaman ini ditanam untuk dedaunannya, tidak masalah sama sekali jika Anda bahkan tidak pernah menyadari bunga-bunga tersebut.

Tanam Apr–Mei
Berbunga Mei–Jun

Bulan-bulan umum untuk iklim sedang: mulai lebih awal di zona hangat, lebih lambat di daerah yang embun beku musim seminya bertahan lama.

  • Semai: biasanya tidak ditanam dari biji; perbanyak melalui pembagian rumpun sebagai gantinya
  • Tanam: musim semi setelah embun beku berlalu, ke tanah yang lembap atau basah secara konsisten atau air dangkal
  • Panen: musim semi hingga awal musim panas (Mei-Juni); bunganya berupa tongkol (spadiks) kehijauan-kuning yang tidak mencolok, dan tanaman ini ditanam untuk dedaunannya, bukan untuk bunganya

Ketahanan

Suhu: hingga -29°C

Pemecahan masalah

Hampir semua masalah pada jeringau kembali ke satu hal, yaitu air. Jaga agar tetap basah dan tanaman ini akan mengurus dirinya sendiri, tapi biarkan mengering dan daunnya akan segera memberi tahu Anda. Cocokkan apa yang Anda lihat dengan kasus-kasus di bawah ini agar Anda bisa bertindak sebelum seluruh rumpun terdampak.

Kemunduran

Ujung daun berubah cokelat saat rumpun mulai hangus

Jeringau pada dasarnya adalah tanaman rawa dan tepi air, sehingga tanah yang kering hampir selalu menjadi penyebab rumpun mengecokelatan dan layu. Bentuk emas 'Ogon' dan bentuk berbelang adalah yang pertama hangus di lokasi yang panas dan terbuka. Pindahkan ke tempat yang tanahnya tetap basah, atau letakkan potnya di atas piring berisi air, dan pangkas daun yang paling parah agar pertumbuhan baru dapat muncul, karena pemulihan sangat mungkin terjadi.

Solusi:

  • Pindahkan tanaman ke tanah yang lembap atau basah secara konsisten, rawa, tepi kolam/aliran air, atau letakkan wadahnya di atas piring berisi air agar tanah tidak pernah mengering
  • Siram secara mendalam dan jaga tanah tetap jenuh air; beri mulsa untuk mempertahankan kelembapan
  • Pangkas dedaunan yang sangat hangus; pertumbuhan baru akan pulih begitu kelembapan kembali
  • Di iklim panas, beri bentuk emas dan berbelang sedikit naungan sore atau sinar matahari tersaring untuk mengurangi kehangusan
Kosmetik

Rumpun yang tetap kecil dan mengisi ruang dengan lambat

Lebih sering daripada tidak, ini hanyalah sifat santai tanaman ini dan bukan tanda ada yang salah. Jeringau melebar melalui rimpang selama beberapa musim, dan kultivar emas kerdil adalah yang paling lambat di antara semuanya. Jaga tanah tetap basah dan cahaya tetap terang untuk mendorong pertumbuhan yang ada, dan tanam hasil pembagian sekitar 20 hingga 30 cm terpisah jika Anda ingin penutup tanah yang lebih cepat terbentuk.

Solusi:

  • Bersabarlah: biarkan rumpun berkembang selama beberapa musim
  • Jaga tanah tetap basah secara konsisten dan berikan cahaya yang cukup untuk memaksimalkan pertumbuhan
  • Tanam lebih rapat (sekitar 20 hingga 30 cm terpisah) untuk penutup tanah yang lebih cepat
Kosmetik

Rimpang merambat mengembara ke tanah basah di sekitarnya

Di tanah yang tetap basah, jeringau biasa yang lebih besar (Acorus calamus) merambat keluar secara stabil dan dapat membentuk koloni yang cukup besar. Acorus gramineus yang kerdil jauh lebih tertib dan tetap di tempatnya. Angkat dan bagi bagian tepinya di musim semi untuk menjaga rumpun tetap terkendali, atau tanam calamus yang subur ini dalam pot terendam agar rimpangnya tidak punya tempat untuk merambat.

Solusi:

  • Bagi dan angkat bagian tepi di musim semi untuk menjaga rumpun tetap terkendali
  • Tanam dalam wadah atau pot terendam untuk mengendalikan rimpang, terutama untuk Acorus calamus
  • Pasang pembatas tepi pada penanaman rawa atau kolam

Toksisitas

Jeringau aman ditanam dan disentuh di sekitar hewan peliharaan maupun manusia, dan tidak masuk dalam daftar tanaman beracun. Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah rimpangnya, yang mengandung beta-asaron, racun ringan dan kemungkinan bersifat karsinogenik. Daunnya tidak perlu dikhawatirkan, jadi aturan sederhananya adalah biarkan akarnya tetap di dalam tanah dan jangan biarkan siapa pun memakannya.

Beracun bagi

Kucing · Anjing · Kuda · Kelinci · Ternak · Burung · Manusia

Kucing Ringan

Dedaunannya tidak terlalu perlu dikhawatirkan, tetapi rimpang beraromanya mengandung beta-asaron, dan kucing yang menggigitnya mungkin sedikit mengeluarkan air liur atau mengalami gangguan perut sebentar. Menjauhkan akarnya dari jangkauan adalah cara mudah untuk tetap aman.

Anjing Ringan

Anjing yang mengendus daunnya sama sekali tidak masalah, meski mengunyah rimpang yang tajam aromanya bisa menyebabkan air liur ringan atau tinja lembek. Dedaunannya sendiri tidak perlu dikhawatirkan.

Kuda Ringan

Merumput pada daunnya hanya memiliki risiko kecil, tetapi beta-asaron dalam rimpang membuat akarnya layak dipagari dari kuda yang penasaran.

Kelinci Ringan

Kelinci bisa menggigit dedaunan menyerupai rumput ini tanpa masalah, namun rimpang beraromanya mengandung beta-asaron dan sebaiknya dijauhkan dari jangkauan mereka.

Ternak Ringan

Sapi, domba, dan kambing biasanya menghindari tanaman yang pahit dan beraroma ini, dan satu-satunya kewaspadaan sebenarnya adalah pada rimpang, bukan daunnya.

Burung Ringan

Burung jarang tertarik pada jeringau, tetapi beta-asaron dalam akarnya berarti rimpang ini bukan sesuatu yang seharusnya mereka makan.

Manusia Hati-hati

Tanaman ini aman ditanam dan disentuh, tetapi jangan makan rimpangnya. Meski dahulu digunakan sebagai perasa kalamus, rimpangnya mengandung beta-asaron, yang dilarang oleh FDA Amerika Serikat dari makanan karena kemungkinan bersifat karsinogenik.

Aman sebagai tanaman hias di sekitar hewan peliharaan. Namun perlu dicatat, rimpang jeringau biasa/Eurasia yang lebih besar (Acorus calamus), terutama bentuk diploid/triploid, mengandung beta-asaron, senyawa yang telah dilarang oleh FDA Amerika Serikat sebagai bahan tambahan makanan atau perasa (21 CFR 189.110) karena potensi sifat karsinogeniknya. Meski rimpangnya secara historis digunakan sebagai obat dan perasa (kalamus), rimpang ini TIDAK boleh dimakan atau digunakan sebagai obat herbal kalamus. Hal ini tidak memengaruhi keamanan tanaman ini sebagai tanaman hias yang tidak beracun bagi hewan peliharaan.

Nomor bantuan darurat

Indonesia

Darurat medis: 119

Varietas

Sebagian besar Acorus yang mungkin Anda temukan adalah kultivar kerdil yang dipilih karena warna daunnya, di samping jeringau besar biasa. Berikut ini beberapa yang layak dikenali namanya.

Acorus gramineus 'Ogon'

Jeringau Jepang kerdil dengan kipas daun berbelang kuning-hijau keemasan cerah yang tingginya sekitar 15 hingga 30 cm, menampilkan warna paling kaya dengan lebih banyak sinar matahari, meski tetap menerima sedikit naungan sore saat musim panas terik.

Acorus gramineus 'Variegatus'

Bentuk kerdil berbelang krem dan hijau yang disukai para pekebun sebagai penutup tanah bertekstur halus dan sebagai aksen lembut di tepi kolam atau dalam wadah.

Acorus gramineus 'Minimus Aureus'

Kultivar kerdil emas mungil yang hanya setinggi beberapa sentimeter, sangat cocok untuk wadah kecil serta penanaman miniatur atau bergaya taman peri.

Acorus calamus 'Variegatus'

Jeringau biasa berukuran besar, tingginya sekitar 60 hingga 75 cm, dengan daun lebar menyerupai iris yang berbelang tegas krem dan hijau pada tanaman triploid yang steril.

Cara memperbanyak

Anda memperbanyak jeringau dengan membagi rumpunnya, dan itulah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk menjaga bentuk warna bernama tetap sesuai induknya.

Pemisahan rumpunMudah

Musim semi (atau awal musim panas) · Beberapa minggu hingga satu musim

Membagi rumpun adalah cara standar dan dapat diandalkan untuk memperbanyak jeringau, dan ini benar-benar pekerjaan yang mudah dilakukan. Pada musim semi atau awal musim panas, angkat rumpun berimpang, pisahkan dengan lembut, dan jaga potongannya tetap lembap secara konsisten atau berdiri dalam air dangkal saat mereka mapan selama beberapa minggu hingga satu musim ke depan. Bentuk bernama seperti 'Ogon' dan 'Variegatus' harus diperbanyak melalui pembagian, bukan dari biji, jika Anda ingin sifatnya tetap sama seperti induknya.

Mitos

Mitos

Jeringau sebenarnya adalah rumput atau sejenis iris.

Fakta

Sebenarnya bukan keduanya. Jeringau adalah Acorus, berdiri sendiri dalam famili Acoraceae, dan ditanam untuk kipas daun berbentuk pedang yang beraroma itu. Tampilan menyerupai rumput dan iris hanyalah kemiripan, bukan hubungan kekerabatan.

Sumber