Tanaman umbi · Cannaceae
Bunga Tasbih
Canna × generalis
Berikan sinar matahari penuh, tanah subur yang lembap, dan kehangatan musim panas, dan bunga tasbih akan membalasnya dengan daun-daun berani dan bunga secerah api hingga datangnya embun beku.
Matahari penuh
Setiap 2–5 hari
10–35°C
70–120 hari

Ikhtisar
Bunga tasbih menghadirkan nuansa tropis pada taman beriklim sedang, dengan daun lebar berbentuk dayung dan tangkai bunga tinggi yang mencolok. Meskipun namanya mengandung kata lily, tanaman ini bukan lili sejati, melainkan tanaman tahunan berimpang dari keluarga Cannaceae, kerabat dekat jahe dan pisang. Tumbuh cepat dan bisa menjadi besar, mulai dari jenis bedengan setinggi lutut hingga raksasa yang mencapai hampir 240 cm, sehingga selalu ada jenis bunga tasbih untuk hampir setiap tempat.
Kehangatan dan air adalah yang paling didambakannya, sehingga cocok untuk pemula. Tempatkan di bawah sinar matahari penuh dan tanah subur yang lembap, jaga penyiramannya sepanjang bulan-bulan panas, dan tanaman ini akan membalas dengan bunga dari pertengahan musim panas hingga embun beku pertama. Ia dengan senang hati menghadapi kondisi yang bisa membuat tanaman lain yang lebih rewel layu, sehingga menjadi pilihan yang pemaaf untuk menjadi titik tengah bedengan atau mengisi pot besar.
Satu batasan yang perlu diingat adalah suhu dingin. Di zona 7 hingga 10, rimpangnya bertahan baik di dalam tanah sepanjang musim dingin, sementara di daerah yang lebih dingin Anda cukup mengangkat dan menyimpannya setelah embun beku merusak tanaman. Membelah rimpang itu setiap beberapa tahun menjaga rumpun tetap kuat dan memberi Anda tanaman baru gratis untuk dibagikan.
Perawatan
Singkatnya: berikan sinar matahari penuh, tanah subur yang dijaga tetap lembap merata, dan kehangatan yang cukup. Beri pupuk setiap bulan sepanjang musim tanam, belah rumpunnya setiap beberapa tahun, dan angkat rimpangnya untuk musim dingin di daerah yang tanahnya membeku. Semua ini tidak sulit, dan kesalahan kecil mudah diperbaiki.
Cahaya
Bunga tasbih menyukai sinar matahari penuh, setidaknya enam jam sehari, agar berbunga paling lebat. Tanaman ini masih bisa bertahan di naungan sebagian atau sinar matahari sebagian, meskipun bunganya menjadi lebih sedikit dan batangnya cenderung memanjang serta condong ke arah cahaya.
Penyiraman
Jaga tanah tetap lembap merata, terutama saat tanaman sedang tumbuh pesat dan pada masa panas. Bunga tasbih termasuk tanaman kebun langka yang tahan terhadap genangan air ringan, tetapi rumpun yang sudah mapan juga bisa melewati masa kering singkat, jadi melewatkan satu hari penyiraman tidak akan merugikan Anda. Siram setiap 2 hingga 5 hari pada puncak musim panas.
Media tanam
Berikan tanah yang subur, lembap, dan mengalir baik, yang diolah dengan banyak bahan organik. Tanaman ini tidak rewel soal pH dan cukup nyaman pada kisaran 6,0 sampai 8,0, tetapi drainase adalah hal yang benar-benar penting, karena tanah becek adalah penyebab busuknya rimpang.
Suhu
Bunga tasbih sangat nyaman dalam suhu hangat, tumbuh dengan baik pada kisaran 10°C hingga 35°C. Tanaman ini sama sekali tidak tahan dingin, sehingga embun beku pertama akan merusaknya dan rimpangnya perlu diangkat di daerah dengan musim dingin yang membekukan tanah.
Kelembapan
Kelembapan udara luar ruangan yang biasa sudah cukup baik untuknya, tanpa ada angka khusus yang perlu Anda perhatikan. Berkat asal-usul tropisnya, tanaman ini tidak pernah keberatan dengan udara musim panas yang lembap dan pengap.
Pemupukan
Beri pupuk sebulan sekali dengan pupuk serbaguna berimbang selama musim semi dan musim panas ketika tanaman sedang tumbuh subur. Untuk rumpun yang ditanam langsung di tanah, uji tanah sederhana adalah panduan terbaik untuk mengetahui kebutuhan pupuknya.
Pemangkasan
Potong tangkai bunga yang sudah layu agar bunga baru terus bermunculan dan tanaman tetap terlihat rapi. Setelah embun beku pertama di musim gugur pada zona dingin, potong dedaunannya hingga tersisa 5 hingga 8 cm sebelum Anda menggali rimpangnya untuk disimpan.
Penggantian pot
Bunga tasbih tidak memerlukan penggantian pot secara rutin, tetapi rumpun yang terlalu padat akan diuntungkan oleh pembelahan setiap 2 hingga 3 tahun. Perhatikan pertumbuhan yang terlalu rapat, bunga yang semakin sedikit, atau rimpang yang mendorong keluar dari tanah, semua itu adalah tanda halus bahwa tanaman sudah melampaui ruang yang tersedia.
Ukuran & jarak tanam
Tinggi tanaman berkisar dari 46 hingga 239 cm tergantung jenisnya, jadi periksa varietasnya sebelum menentukan penempatan. Tanam rimpang dengan jarak 45 hingga 90 cm agar daun-daun besarnya memiliki ruang untuk berkembang.
Waktu tanam
Bunga tasbih hidup untuk kehangatan dan sama sekali tidak tahan embun beku, jadi pemilihan waktu adalah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan. Di zona dingin, mulai semai rimpang di dalam ruangan sekitar satu bulan sebelum embun beku terakhir, pindahkan ke luar setelah tanah menghangat, dan bunganya akan muncul mulai pertengahan musim panas hingga embun beku pertama di musim gugur.
Bulan-bulan umum untuk iklim sedang: mulai lebih awal di zona hangat, lebih lambat di daerah yang embun beku musim seminya bertahan lama.
- Semai: Mulai rimpang di dalam ruangan dalam pot sedalam 8 sampai 10 cm sekitar 4 sampai 6 minggu sebelum embun beku terakhir di zona dingin.
- Tanam: Setelah embun beku terakhir ketika tanah sudah menghangat, tanam rimpang sedalam 8 sampai 10 cm dan berjarak 46 sampai 91 cm.
- Panen: Berbunga pertengahan musim panas hingga embun beku pertama musim gugur (sekitar Juli sampai September).
Ketahanan
Suhu: hingga -18°C
Pemecahan masalah
Sebagian besar masalah bunga tasbih berasal dari tanah yang becek atau beberapa hama yang umum dijumpai, dan gejalanya muncul pada daun maupun rimpang. Kabar baiknya, mengenali masalah sejak dini biasanya bisa menyelamatkan tanaman atau sisa rumpunnya. Cocokkan dengan gejala yang Anda lihat di bawah ini, lalu bertindak sebelum menyebar, dan kemungkinan besar semuanya akan baik-baik saja.
Rimpang lembek dan tanaman yang terhenti pertumbuhannya atau roboh
Jika tanaman Anda tampak lesu dan rimpangnya terasa lunak, jangan khawatir: ini adalah busuk rimpang, dan hampir selalu disebabkan oleh tanah yang terlalu basah. Angkat salah satu rimpang dengan hati-hati dan Anda mungkin menemukan jaringan cokelat yang lunak dan berbau tidak sedap, terkadang disertai busuk kuncup atau hawar bakteri. Buang bagian yang rusak, tanam kembali hanya bagian yang masih keras di tanah yang mengalir baik, kurangi sedikit penyiraman, dan rumpun bisa terus tumbuh.
Solusi:
- Angkat dan buang rimpang yang membusuk
- Tanam kembali bagian yang sehat dan keras di tanah subur dengan drainase baik
- Kurangi penyiraman dan perbaiki drainase
Daun baru yang tumbuh bergaris, berbercak, atau memuntir
Ketika daun baru tumbuh bergaris dan tidak rata, dan baik penyiraman maupun pemupukan tidak memperbaikinya, penyebabnya biasanya adalah virus mosaik canna atau aster yellows. Sayangnya tidak ada obat begitu tanaman terinfeksi, tetapi Anda bisa melindungi sisa taman Anda. Cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, kendalikan serangga penghisap getah, dan jangan pernah membudidayakan tanaman baru dari rimpang yang Anda curigai terinfeksi.
Solusi:
- Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi untuk membatasi penyebaran
- Kendalikan serangga vektor
- Jangan memperbanyak tanaman dari rimpang yang terinfeksi
Daun yang tampak tergigit, berlubang, atau menggulung rapat
Tepi daun yang menggulung atau berjaring biasanya menyembunyikan ulat penggulung daun canna, tersangka yang paling mungkin. Kumbang Jepang, siput, dan bekicot meninggalkan lubang yang lebih besar serta jejak lendir sebagai tanda kehadirannya. Solusinya mudah dan tidak rumit: pungut hama dengan tangan, pangkas daun yang paling parah, dan bersihkan sisa-sisa daun yang jatuh agar lebih sedikit yang kembali musim depan.
Solusi:
- Pungut ulat, kumbang, siput, dan bekicot dengan tangan
- Buang dan musnahkan daun yang menggulung atau rusak
- Gunakan pestisida berlabel yang sesuai jika serangan cukup parah
Toksisitas
Ada kabar baik untuk pemilik hewan peliharaan dan orang tua: bunga tasbih aman. Namanya memang bisa membingungkan, tetapi ia bukan lili sejati dan tidak mengandung racun seperti yang dimiliki tanaman lili. ASPCA mencantumkannya sebagai tidak beracun bagi kucing, anjing, dan kuda, dan rimpangnya yang kaya pati bahkan dimakan sebagai bahan pangan di beberapa negara.
Aman untuk
Manusia · Kucing · Anjing · Kuda · Kelinci · Ternak · Burung
Kucing Tidak ada
Anda bisa tenang jika ada kucing di rumah, karena ASPCA mencantumkan bunga tasbih sebagai tidak beracun dan gigitan iseng tidak akan meracuninya.
Anjing Tidak ada
Anjing juga aman. Anak anjing yang mengunyah daun atau menggali rimpang paling buruk hanya akan mengalami gangguan perut ringan akibat seratnya.
Kuda Tidak ada
Kuda bisa merumput di dekat bunga tasbih tanpa perlu khawatir, karena ASPCA menganggapnya tidak beracun bagi mereka.
Kelinci Aman
Tidak ada racun yang diketahui pada dedaunannya, sehingga kelinci yang berkeliaran di taman akan sepenuhnya aman.
Ternak Aman
Sapi, kambing, dan domba tidak akan terluka oleh bunga tasbih, karena tanaman ini tidak mengandung apa pun yang membahayakan hewan penggembalaan.
Burung Aman
Burung cukup aman di sekitar bunga tasbih, dan bijinya yang keras hanya akan melewati sistem pencernaan tanpa masalah.
Manusia Aman
Anak-anak dan orang dewasa tidak perlu khawatir sama sekali. Di beberapa belahan dunia, rimpangnya bahkan dimasak sebagai bahan pangan berpati.
Tidak diperlukan penanganan khusus terkait toksisitas; kenakan sarung tangan jika kulit Anda sensitif saat membelah rimpang.
Varietas
Bunga tasbih hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari tanaman bedengan yang pendek hingga jenis raksasa yang menjulang, dengan warna mulai dari krem lembut hingga merah menyala. Ada beberapa nama yang sering muncul, dan mengenalnya akan memudahkan Anda memilih.
Seri Tropical
Varietas rapi yang dikembangbiakkan dari biji dan dirancang tetap cukup kecil untuk pot dan bedengan, sempurna jika ruang terbatas.
South Pacific Scarlet
Varietas pemenang penghargaan yang dikembangbiakkan dari biji, mekar dengan bunga merah menyala.
Canna indica (Peluru India)
Bentuk liarnya, dengan bunga merah menyala dan biji bulat keras yang membuatnya dijuluki Peluru India.
Cara memperbanyak
Bunga tasbih paling andal diperbanyak dengan pembelahan rumpun, yang menjaga varietasnya tetap sesuai aslinya, meskipun jika Anda menyukai proyek yang lebih lambat, Anda juga bisa membudidayakannya dari bijinya yang keras seperti peluru kecil.
Pemisahan rumpunMudah
Musim semi saat waktu tanam, atau musim gugur saat mengangkat rimpang untuk disimpan; belah rumpun yang padat setiap 2 sampai 3 tahun. · 2 sampai 6 minggu
Pembelahan rumpun sangat pemaaf dan menjadi cara paling pasti untuk menjaga varietas favorit Anda tetap sesuai aslinya. Pada musim semi, atau saat Anda mengangkat rimpang di musim gugur, cukup belah rimpangnya sehingga setiap bagian memiliki setidaknya satu mata tunas, lalu biarkan bekas potongannya mengering selama beberapa hari sebelum ditanam. Segarkan rumpun yang padat setiap 2 hingga 3 tahun dan bagian-bagian baru akan mapan dalam waktu sekitar 2 hingga 6 minggu.
BijiSedang
Musim semi, dimulai di dalam ruangan. · Beberapa minggu untuk berkecambah
Benih adalah jalan yang lebih lambat dan lebih penuh kejutan, tetapi pekebun yang sabar bisa menikmatinya. Biji berkulit keras, yang justru memberi tanaman ini nama Peluru India, membutuhkan sedikit goresan dan perendaman sebelum berkecambah, dan proses berkecambahnya tetap memakan waktu beberapa minggu. Semai di dalam ruangan pada musim semi, dan ketahuilah bahwa tanaman hasil biji mungkin tidak sama persis dengan induknya.
Mitos
Karena namanya mengandung kata lily, bunga tasbih pasti sama berbahayanya bagi hewan peliharaan seperti lili sejati.
Anda bisa menyingkirkan kekhawatiran itu: bunga tasbih sama sekali bukan lili. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Cannaceae, bukan Liliaceae, dan ASPCA mencantumkannya sebagai tidak beracun bagi kucing, anjing, dan kuda. Satu-satunya kesamaannya dengan lili yang berbahaya hanyalah sebagian namanya.