Anda perlu tahu siapa yang tidak boleh minum hibiskus jika Anda atau orang terdekat mengonsumsi obat harian. Orang yang minum obat tekanan darah, ibu hamil, dan siapa pun yang akan menjalani operasi sebaiknya menghindari teh ini atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Senyawa aktif dalam teh ini bisa berbenturan dengan obat dan menurunkan tekanan darah terlalu jauh.
Saya hampir melakukan kesalahan ini dengan tante saya sendiri. Saat pertama kali mendengar manfaat teh hibiskus, saya ingin langsung membagikannya. Tapi beliau minum lisinopril untuk tekanan darah tinggi. Pencarian singkat menunjukkan bahwa teh ini menurunkan tekanan darah dengan sendirinya. Menggabungkannya dengan obat beliau bisa mendorong tekanan darahnya terlalu rendah. Kejadian itu mengajarkan saya untuk selalu memeriksa interaksi obat sebelum membagikan tips kesehatan kepada siapa pun di keluarga.
Risikonya berasal dari antosianin, senyawa yang sama yang memberi warna merah pekat pada teh hibiskus Anda. Pada dosis 100-300 mg/kg, senyawa ini menurunkan tekanan darah sistolik secara nyata. Jika tekanan darah Anda normal, penurunan kecil itu terasa seperti ketenangan ringan. Jika Anda sudah minum obat yang melakukan hal serupa, kedua efek itu menumpuk dan bisa menyebabkan pusing atau pingsan.
Sebuah studi tahun 2025 di Food Science and Nutrition menemukan bahwa hibiskus aman hingga 400 mg/kg berat badan untuk orang dewasa sehat. Tapi sifat yang sama yang membuatnya aman bagi kebanyakan orang justru menciptakan efek samping teh hibiskus bagi kelompok tertentu. Teh Anda tidak menjadi beracun. Teh ini hanya mendorong tekanan darah dengan cara yang tidak cocok dengan obat Anda.
Pengguna Obat Tekanan Darah
- Tingkat risiko: Hibiskus bisa menurunkan angka sistolik Anda sebesar 7-10 poin dengan sendirinya, dan itu menumpuk di atas efek obat yang sudah Anda minum.
- Obat umum: Penghambat ACE, penghambat beta, dan diuretik semuanya berbenturan dengan efek tekanan darah teh ini pada tubuh Anda.
- Langkah selanjutnya: Konsultasikan dengan dokter sebelum minum teh hibiskus jika Anda mengonsumsi obat tekanan darah apa pun, meskipun angka Anda terlihat baik.
Ibu Hamil dan Menyusui
- Tingkat risiko: Beberapa studi pada hewan menunjukkan hibiskus bisa mengubah kadar hormon, meskipun data pada manusia masih terbatas saat ini.
- Pilihan aman: Kebanyakan dokter menyarankan ibu hamil untuk menghindari teh hibiskus sebagai langkah awal yang aman sampai ada lebih banyak penelitian pada manusia.
- Coba alternatif: Beralih ke teh jahe atau mint selama hamil karena keduanya memiliki catatan keamanan yang lebih kuat untuk Anda dan bayi Anda.
Pasien Pra-Operasi
- Tingkat risiko: Penurunan tekanan darah dari hibiskus bisa mengganggu cara tubuh Anda menangani obat selama dan setelah operasi.
- Aturan waktu: Hentikan teh hibiskus setidaknya dua minggu sebelum operasi yang direncanakan untuk membersihkan efeknya dari sistem tubuh Anda.
- Setelah operasi: Tanyakan kepada dokter bedah sebelum mulai minum teh hibiskus lagi, karena Anda mungkin mengonsumsi obat baru selama pemulihan.
Saya menggali topik ini lebih jauh dengan bertanya langsung kepada dokter saya tentang teh hibiskus saat pemeriksaan rutin. Beliau mengatakan bahwa kebanyakan orang dewasa sehat bisa minum 1-3 cangkir per hari tanpa masalah apa pun. Masalah hanya muncul saat Anda mencampur teh ini dengan obat atau kondisi kesehatan tertentu. Langkah terbaik Anda adalah konsultasi singkat dengan dokter jika ada keraguan.
Peringatan keamanan teh hibiskus ini ada untuk melindungi Anda, bukan untuk menakut-nakuti Anda dari minuman yang luar biasa. Jika Anda tidak minum obat tekanan darah dan tidak sedang hamil, Anda bisa menikmati teh hibiskus tanpa kekhawatiran sama sekali. Obrolan lima menit dengan dokter Anda bisa menjernihkan area abu-abu dan membuat Anda minum dengan tenang sepenuhnya.
Baca artikel lengkap: Panduan Perawatan dan Budidaya Pohon Kembang Sepatu