Nama yarrow Devil's Nettle berasal dari kepercayaan Eropa kuno yang mengaitkan tanaman ini dengan ilmu sihir dan praktik gaib. Penduduk desa menggunakan yarrow dalam mantra cinta dan ritual ramalan. Gereja sangat tidak menyukai hal itu, sehingga tanaman ini mendapat nama yang menyeramkan. Anda bisa menganggap Devil's Nettle sebagai versi abad pertengahan dari stiker peringatan yang dimaksudkan untuk menjauhkan orang baik-baik dari herba yang dicurigai.
Saat pertama kali meneliti nama-nama rakyat yarrow, saya tidak percaya betapa banyaknya nama yang ada. Setiap wilayah di Eropa punya sebutan sendiri untuk tanaman ini. Beberapa kota menyebutnya soldier's woundwort karena kegunaannya pada luka perang. Yang lain mengenalnya sebagai milfoil, yang berarti seribu daun. Anda bisa menilai betapa pentingnya yarrow dalam kehidupan sehari-hari hanya dengan menghitung semua nama yang diberikan orang selama bertahun-tahun. Setiap nama menunjuk pada kegunaan atau kepercayaan berbeda yang dipegang teguh oleh nenek moyang Anda. Tanaman ini berfungsi sebagai penyembuh, peramal, dan pelindung dari hama sekaligus.
Label Devil's Nettle lebih masuk akal ketika Anda melihat apa yang dilakukan orang dengan yarrow setelah gelap. Wanita muda menyelipkannya di bawah bantal untuk memimpikan calon suami. Para tabib meraciknya menjadi teh yang menghentikan pendarahan dan meredakan demam. Efek kuat ini tampak seperti sihir bagi siapa pun yang menyaksikannya. Ketika herba lokal Anda bisa menyembuhkan luka dan meramal cinta, Anda pasti mulai bertanya-tanya apa yang memberinya kekuatan sebesar itu. Kekuatan gelap tampak seperti satu-satunya jawaban yang masuk akal bagi orang-orang saat itu. Ketakutan itulah tepat di mana nama Devil's Nettle lahir.
Sejarah takhayul yarrow juga melampaui Eropa. Di Tiongkok, orang menggunakan batang yarrow kering untuk melempar heksagram dalam I Ching selama ribuan tahun. Ini memberi tanaman tersebut peran sakral dalam salah satu bentuk ramalan tertua di dunia. Dua budaya di sisi berlawanan bumi sama-sama mengaitkan yarrow dengan dunia roh. Kesamaan itu menunjukkan betapa kuatnya pengaruh tanaman ini terhadap manusia lintas waktu dan tempat.
Saya menguji ini sendiri dengan mencari tahu berapa banyak tanaman yang memiliki reputasi ganda serupa. Anda menemukan pola yang sama pada belladonna, mugwort, dan wormwood. Semuanya memiliki nilai obat nyata dan semuanya mendapat nama gelap dan menyeramkan di era yang sama. Pemimpin gereja di Eropa abad pertengahan sering menyamakan herbalis dengan praktik sihir. Jika Anda tahu cara menggunakan tanaman untuk menyembuhkan, Anda bisa dituduh mempraktikkan ilmu hitam. Ketakutan ini menyebar ke seluruh benua dan membentuk cara orang membicarakan herba selama berabad-abad.
Yarrow mendapat perhatian ekstra karena merupakan salah satu herba penyembuh paling ampuh yang ada. Seorang wanita yang bisa menghentikan pendarahan Anda dengan daun yang diremas terlihat mencurigakan bagi orang-orang berkuasa. Anda bisa memahami mengapa nama Devil's Nettle sangat cocok dengan suasana era itu. Nama Devil's Nettle kemungkinan besar berasal dari periode ini. Anda bisa menganggapnya sebagai sisa peninggalan dari zaman ketika tanaman bermanfaat mendapat label menakutkan. Orang-orang berkuasa takut pada apa yang tidak mereka pahami, dan yarrow membayar harganya dengan julukan yarrow Devil's Nettle yang masih kita kenal hingga hari ini.
Hari ini Anda bisa menanam yarrow di kebun tanpa kekhawatiran apa pun. Tidak ada kutukan yang akan mengikuti Anda pulang dari toko tanaman. Sejarah takhayul yarrow di balik nama Devil's Nettle kini hanyalah bagian cerita rakyat yang menarik. Anda bisa menikmati tanaman cantik dan berguna yang pernah menakuti seluruh desa di Eropa dan sekitarnya. Nama-nama rakyat yarrow masing-masing menceritakan sepotong masa lalunya yang liar. Dari Devil's Nettle hingga soldier's woundwort, setiap julukan menyimpan cerita yang layak diketahui.
Baca artikel lengkap: Panduan Tanaman Yarrow untuk Setiap Taman