Tidak, Anda tidak perlu meletakkan batu di pot siram otomatis. Lapisan kerikil mengurangi volume tanah yang dibutuhkan akar tanaman dan menciptakan masalah drainase yang tidak Anda duga. Pot jenis ini sudah memiliki platform yang memisahkan tanah dan air. Batu di atas platform hanya mencuri ruang yang seharusnya bisa dipakai tanaman untuk tumbuh.
Mitos batu drainase di pot sudah diwariskan selama puluhan tahun seperti resep keluarga yang salah kaprah. Idenya terdengar masuk akal: taruh batu di dasar agar air mengalir lebih cepat. Tapi ilmu tanah sudah membuktikan ini salah bertahun-tahun lalu. Musim semi lalu saya mengeluarkan lapisan kerikil setebal 5 cm dari salah satu pot dan menggantinya dengan media tanam. Dalam sebulan, tanaman cabai menumbuhkan akar hingga ke dasar platform. Massa akarnya berlipat ganda. Tanaman tumbuh lebih hijau dan menghasilkan lebih banyak buah.
Alasan batu justru merugikan berkaitan dengan sesuatu yang disebut efek perched water table (muka air tergantung). Saat air bergerak turun melewati media tanam bertekstur halus, air tidak mengalir bebas ke lapisan kerikil kasar di bawahnya. Pori-pori kecil di tanah menahan air dengan kuat melalui gaya kapiler. Celah besar antar kerikil tidak mampu menarik air dari tanah di atasnya. Ini menciptakan zona jenuh air tepat di batas antara tanah dan batu. Alih-alih memperbaiki drainase, lapisan kerikil memaksa air menggenang di titik yang paling merugikan akar.
Bayangkan seperti ini. Jika Anda memegang spons basah secara mendatar, air tetap di dalamnya. Peras dan air menetes keluar, tapi letakkan di atas kelereng dan spons tetap basah. Spons adalah tanah Anda dan kelereng adalah kerikil Anda. Saat Anda meletakkan kerikil di dasar pot siram otomatis, tanah di atasnya justru lebih basah dibandingkan tanpa batu sama sekali. Akar Anda terendam di zona becek itu dan mulai kehabisan napas karena tidak mendapat cukup oksigen dari tanah yang tergenang.
Pot siram otomatis Anda dirancang untuk bekerja tanpa tambahan material drainase. Platform sudah memisahkan reservoir dan tanah. Sumbu menarik air ke atas menuju tanah secara stabil. Kerikil di antaranya justru menghalangi aliran ini dan menghentikan aksi kapiler dari menjalankan tugasnya.
Isi seluruh ruang di atas platform dengan media tanam berkualitas. Manfaatkan setiap sentimeter kedalaman untuk media tanam agar tanaman Anda punya ruang maksimal untuk akar. Jika Anda merasa tanah terlalu lembap, ganti dengan media tanam yang lebih kasar dengan tambahan perlit atau serpihan kulit kayu. Campuran dengan 30% hingga 40% perlit mengalirkan air lebih cepat sekaligus tetap mendukung penyerapan kapiler dari reservoir di bawah.
Lupakan batu, isi pot Anda dengan media tanam yang baik, dan biarkan desain bawaannya bekerja. Tanaman Anda akan menumbuhkan sistem akar yang lebih kuat dan menyerap nutrisi dari lebih banyak tanah. Anda juga terhindar dari zona becek mati yang diciptakan lapisan kerikil. Perubahan kecil ini adalah cara termudah untuk mendapatkan hasil lebih baik dari pot siram otomatis Anda.
Baca artikel lengkap: Pot Siram Otomatis: Panduan Lengkap