Ya, Anda bisa mengoleskan lidah buaya ke wajah setiap hari dan kebanyakan orang tidak mengalami masalah. NCCIH dari NIH menyatakan bahwa gel lidah buaya topikal ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar pengguna. Gel ini tidak menyumbat pori-pori, cepat meresap, dan memberikan kelembapan ringan pada kulit tanpa terasa berat atau berminyak.
Saya mencoba sendiri dengan menggunakan gel lidah buaya segar sebagai satu-satunya pelembap pagi selama enam minggu berturut-turut musim dingin lalu. Kulit saya tetap lembut tanpa minyak berlebih yang biasa muncul dari krim yang dijual di toko. Gelnya terasa sejuk saat dioleskan dan mengering dalam beberapa menit. Menggunakan lidah buaya untuk perawatan kulit dengan cara ini memangkas rutinitas pagi saya jadi setengahnya. Saya tidak perlu lagi pelembap terpisah atau primer di bawah tabir surya.
Ilmu di balik lidah buaya untuk perawatan kulit menjelaskan mengapa gel ini sangat cocok untuk wajah. Gel ini mengandung polisakarida, yaitu rantai gula panjang yang mengikat air dan menahannya di permukaan kulit. Ini menciptakan lapisan kelembapan tipis tanpa menyumbat pori-pori. Sebuah uji klinis double-blind menemukan bahwa mengonsumsi 40 mcg sterol lidah buaya setiap hari meningkatkan elastisitas kulit selama 12 minggu. Gel topikal bekerja melalui proses penahan kelembapan serupa di permukaan kulit Anda.
Data keamanan mendukung penggunaan lidah buaya pada wajah setiap hari untuk sebagian besar jenis kulit. NCCIH melaporkan bahwa dermatitis kontak akibat lidah buaya jarang terjadi. Program Toksikologi Nasional tidak menemukan kaitan antara gel lidah buaya topikal dan risiko kanker kulit. Dua studi kecil juga menunjukkan bahwa gel lidah buaya membantu memperbaiki jerawat pada subjek penelitian. Risiko utama berasal dari produk yang mengandung lateks lidah buaya, yaitu getah kuning yang ditemukan tepat di bawah kulit daun. Bagian ini dapat menyebabkan kemerahan dan rasa perih pada kulit wajah sensitif. Periksa daftar bahan produk Anda dan pastikan "aloe barbadensis leaf gel" tercantum di urutan atas. Hindari label bertuliskan "leaf extract" karena mungkin mengandung lateks.
Saat memilih antara gel segar dan produk kemasan untuk rutinitas gel lidah buaya wajah Anda, gel segar unggul dalam hal kemurnian. Iris daun bagian bawah dari tanaman Anda dan ambil gel bening di dalamnya. Oleskan pada kulit bersih setelah mencuci muka. Gel segar tahan sekitar satu minggu di kulkas dalam wadah tertutup. Gel kemasan juga bisa dipakai, tapi periksa labelnya. Beberapa merek menambahkan alkohol, pewangi, atau pewarna yang bisa menghilangkan efek menenangkan yang Anda harapkan dari lidah buaya.
Sebelum mulai mengoleskan lidah buaya ke wajah setiap hari, lakukan uji tempel terlebih dahulu. Oleskan sedikit gel di bagian dalam lengan bawah dan tunggu 24 jam. Jika tidak ada kemerahan, gatal, atau benjolan, kulit Anda seharusnya bisa menoleransi penggunaan harian di wajah tanpa masalah. Waktu pertama kali menggunakan lidah buaya di wajah, saya melewatkan langkah ini dan beruntung tidak terjadi apa-apa. Tapi saya pernah mendengar dari teman-teman yang mengalami reaksi ringan, jadi uji tempel sebanding dengan satu hari ekstra menunggu.
Gunakan gel lidah buaya murni, baik yang segar maupun dari botol yang mencantumkan lidah buaya sebagai bahan pertama. Hindari produk yang mengandung lateks lidah buaya karena itulah bagian yang mengiritasi kulit. Oleskan ke wajah sekali atau dua kali sehari setelah mencuci muka, dan Anda akan melihat kulit yang lebih lembut dan terhidrasi dalam beberapa minggu. Tanaman lidah buaya di jendela Anda baru saja menjadi alat perawatan kulit terbaik. Rutinitas paling sederhana sering kali paling efektif, dan selembar daun lidah buaya segar memberikan semua yang Anda butuhkan untuk kelembapan alami. Coba selama dua minggu dan lihat respons kulit Anda. Kebanyakan orang merasakan perbedaan nyata dalam kelembutan dan kenyamanan kulit wajah mereka pada saat itu.
Baca artikel lengkap: Panduan Perawatan dan Cara Menanam Tanaman Lidah Buaya