Hal utama yang harus dihindari saat minum teh hibiskus adalah mencampurnya dengan obat-obatan tertentu, meminumnya saat hamil, dan minum terlalu banyak. Teh hibiskus aman untuk sebagian besar orang dewasa sehat. Namun teh ini memiliki risiko nyata bagi kelompok tertentu yang perlu Anda ketahui sebelum minum cangkir berikutnya.
Saya mengetahui hal ini ketika ayah saya mulai minum teh hibiskus setelah saya terus membicarakannya. Beliau minum lisinopril untuk tekanan darah. Dalam seminggu, tekanan darahnya turun lebih rendah dari yang diinginkan dokter. Telepon cepat ke apotek mengonfirmasi bahwa hibiskus bekerja pada jalur tubuh yang sama dengan obatnya. Beliau harus berhenti minum teh sampai dokternya mengubah dosis. Itu mengajarkan saya untuk memeriksa interaksi obat sebelum merekomendasikan minuman herbal apa pun.
Alasan hibiskus berbenturan dengan obat tekanan darah cukup sederhana. Hibiskus bertindak sebagai penghambat ACE alami. Hibiskus memblokir enzim yang sama yang ditargetkan oleh obat seperti lisinopril dan enalapril. Hibiskus juga bekerja sebagai diuretik ringan, mendorong cairan dan garam berlebih keluar melalui ginjal. Gabungkan teh hibiskus dengan obat yang melakukan hal serupa dan tekanan darah Anda bisa turun ke tingkat yang tidak aman dengan cepat.
Penelitian mendukung peringatan teh hibiskus ini dengan data yang kuat. Almajid dan tim mencatat pada 2023 bahwa orang yang mengonsumsi obat penghambat ACE harus ekstra hati-hati dengan hibiskus. Satu studi juga mengungkap temuan mengejutkan. Beberapa orang mengalami resistensi insulin yang lebih tinggi setelah berminggu-minggu minum teh hibiskus. Sebagian besar uji coba melaporkan tidak ada efek buruk. Namun temuan ini menunjukkan bahwa teh herbal tidak bebas risiko bagi setiap orang.
Pengguna Obat Tekanan Darah
- Tingkat risiko: Tinggi. Hibiskus meniru penghambat ACE dan dapat membuat tekanan darah Anda turun di bawah tingkat aman bila dicampur dengan obat Anda.
- Yang harus dilakukan: Bicarakan dengan dokter sebelum Anda minum teh hibiskus dalam jumlah berapa pun jika Anda mengonsumsi obat tekanan darah jenis apa pun.
- Waspadai: Pusing, merasa mau pingsan, atau tekanan di bawah 90/60 yang berarti tekanan darah Anda sudah terlalu rendah.
Wanita Hamil dan Menyusui
- Kekhawatirannya: Beberapa studi pada hewan mengisyaratkan bahwa hibiskus dapat menggeser kadar hormon dan bisa memengaruhi tubuh selama kehamilan.
- Pilihan terbaik: Sebagian besar tenaga kesehatan menyarankan untuk melewatkan teh hibiskus saat hamil demi keamanan.
- Gantinya: Coba teh jahe atau peppermint sebagai pilihan aman sampai Anda selesai menyusui bayi Anda.
Pasien Operasi dan Obat Diuretik
- Waktu: Hentikan teh hibiskus setidaknya 2 minggu sebelum operasi apa pun karena efeknya terhadap tekanan darah dan gula darah.
- Kehilangan cairan: Mencampur hibiskus dengan obat diuretik dapat menguras terlalu banyak cairan dari tubuh dan mengganggu keseimbangan mineral Anda.
- Pengencer darah: Beberapa data mengisyaratkan hibiskus juga dapat memengaruhi obat pembekuan darah, jadi beritahu dokter bedah Anda tentang teh herbal apa pun yang Anda minum.
Efek samping teh hibiskus yang paling umum akibat minum terlalu banyak meliputi sakit perut, mual, dan kembung. Ini muncul saat Anda langsung minum 4-5 cangkir sehari tanpa memulai dari sedikit. Mulailah dengan satu cangkir dan tambahkan secara bertahap selama satu atau dua minggu. Ini memberi waktu bagi usus Anda untuk terbiasa dengan asam tajam dalam teh.
Bagi orang dewasa sehat tanpa konflik obat, teh hibiskus tetap menjadi minuman yang aman dan teruji untuk dinikmati. Cukup patuhi batas dosis, ketahui kondisi kesehatan Anda sendiri, dan libatkan dokter jika ada poin dalam daftar di atas yang sesuai dengan kondisi Anda. Sedikit kehati-hatian sekarang menghindarkan Anda dari masalah di kemudian hari.
Baca artikel lengkap: Bunga Kembang Sepatu: Jenis, Perawatan, dan Kegunaan