Arti raised bed adalah area kebun di mana tanah berada lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya. Kebanyakan raised bed menggunakan bingkai dari kayu, batu, atau logam untuk menahan tanah di tempatnya. Pengaturan ini memberi Anda kendali penuh atas kualitas tanah dan drainase yang tidak bisa ditandingi petak tanah datar.
Definisi raised bed sudah sama sejak lama. Catatan USDA melacak metode raised bed hingga tahun 1577 dalam buku berjudul The Gardeners Labyrinth karya John Hill. Artinya tukang kebun telah menimbun dan membingkai tanah selama hampir 450 tahun karena metode ini sangat efektif. Tanah yang ditinggikan menghangat lebih cepat di musim semi dan mengalirkan air lebih baik saat cuaca basah. Keuntungan ini memungkinkan Anda menanam lebih awal dan kehilangan lebih sedikit tanaman akibat akar yang tergenang. Ide dasarnya tidak berubah meskipun materialnya semakin baik.
Jadi apa itu raised bed garden dalam praktiknya? Ada empat bentuk utama yang masing-masing melayani tujuan berbeda. Bed berbingkai menggunakan sisi dari kayu, logam, atau batu dan merupakan gaya yang paling sering dibayangkan orang saat mendengar istilah ini. Bed gundukan adalah tanah yang ditumpuk membentuk barisan tanpa dinding sama sekali. Bed ini tidak memakan biaya pembuatan tetapi perlu dibentuk ulang setiap musim karena hujan mengikisnya.
Bed yang ditinggikan berdiri di atas kaki setinggi meja atau pinggang untuk orang yang tidak bisa membungkuk atau menggunakan kursi roda. Bed berundak menurun di lereng bukit dan mengubah kemiringan menjadi ruang tanam datar. Setiap jenis cocok untuk halaman, anggaran, dan kondisi tubuh yang berbeda. Memilih gaya yang tepat sejak awal menghindarkan Anda dari membongkar dan membangun ulang di kemudian hari.
Saya memulai dengan bed cedar berbingkai dan bed itu mengajarkan saya mengapa dimensi sangat penting. UGA Extension mencantumkan bed standar setinggi 6-8 inci (15,2-20,3 sentimeter), lebar 3-6 kaki (0,9-1,8 meter), dan panjang 6-8 kaki (1,8-2,4 meter). Lebar adalah angka kunci di sini. Anda harus bisa menjangkau bagian tengah dari kedua sisi tanpa melangkah masuk. Saat saya membangun bed pertama selebar 5 kaki, saya tidak bisa menjangkau barisan tengah dan akhirnya terus-menerus menginjak masuk. Itu memadatkan tanah dan merusak tanaman saya sepanjang musim. Bed berikutnya saya buat selebar 4 kaki dan masalahnya langsung hilang sejak awal. Saya bisa menyiangi, menyiram, dan memanen tanpa pernah menginjak bagian dalam bingkai.
Raised bed paling masuk akal saat tanah asli Anda penuh tanah liat, batu, atau puing bangunan lama. Raised bed juga unggul di tempat yang tergenang air setelah hujan dan tetap basah berhari-hari. Penyewa juga diuntungkan oleh raised bed karena Anda bisa berkebun tanpa membuat perubahan permanen pada halaman pemilik rumah. Saat masa sewa berakhir, Anda membongkar bingkainya dan meninggalkan tanah seperti semula.
Tetapi jika tanah di halaman Anda sudah cukup baik, Anda mungkin tidak memerlukan raised bed sama sekali. Kebun langsung di tanah yang diperbaiki biayanya lebih murah dan menahan kelembapan lebih lama selama musim panas yang terik. Uji tanah Anda sebelum mengeluarkan uang untuk kayu dan isian. Banyak pemilik rumah mendapati bahwa tanah halaman mereka bisa menumbuhkan sayuran dengan baik hanya dengan mencampurkan beberapa kantong kompos.
Raised bed dijelaskan secara sederhana hanyalah kotak berisi tanah bagus di atas permukaan tanah Anda. Entah Anda menumpuk papan, menyusun balok, atau menimbun tanah menjadi gundukan, tujuannya tetap sama. Anda menginginkan tanah gembur dan kaya yang disukai akar. Sesuaikan gaya bed dengan anggaran, kondisi tubuh, dan kondisi halaman Anda. Itulah cara mendapatkan hasil maksimal dari metode tanam terbukti yang telah memberi makan orang selama berabad-abad.
Baca artikel lengkap: Raised Bed: Panduan Lengkap Berkebun