Rahasia pertumbuhan terong dalam pot bermuara pada satu hal yang kebanyakan penanam abaikan: menjaga kehangatan dan kelembaban tetap stabil dari hari ke hari. Fluktuasi tajam pada salah satu faktor akan merusak panen Anda lebih dari kesalahan lain yang bisa Anda buat.
Saya menghabiskan tiga musim menguji setiap trik yang bisa saya temukan sebelum menemukan kebenaran ini. Beberapa tahun saya menyalahkan varietas atau pupuk untuk hasil yang buruk. Kemudian saya mulai melacak suhu tanah dan kebiasaan penyiraman secara bersamaan dan melihat polanya dengan sangat jelas.
Tanaman yang mendapat kehangatan stabil dan air teratur memberi saya dua kali lipat buah dibanding yang lain. Begitu saya menjaga pot saya di tempat di mana suhu tetap di atas 60°F (16°C) siang dan malam, semuanya berubah menjadi lebih baik.
Terong berasal dari tempat tropis di mana cuaca tetap hangat dan lembab sepanjang waktu. Tanah dingin mengejutkan akar mereka dan menghentikan mereka menyerap air dan nutrisi dengan benar. Ketika suhu akar turun di bawah titik 60°F (16°C) itu, tanaman Anda akan ngambek dan menolak menghasilkan buah.
Penelitian dari University of Minnesota mendukung ini dengan data yang kuat. Suhu malam di bawah 60°F (16°C) atau suhu siang di atas 90°F (32°C) dapat menurunkan tingkat pembungaan secara drastis. Studi yang sama menemukan bahwa tanaman yang stres menjatuhkan bunga mereka sebelum buah bisa mulai terbentuk.
Fluktuasi kelembaban menyebabkan masalah sama banyaknya dengan penurunan suhu. Tanaman yang terlalu kering di antara penyiraman akan menghasilkan buah pahit dengan kulit keras. Akar yang duduk di tanah becek terlalu lama akan membusuk dan membunuh seluruh tanaman dalam hitungan hari.
Kunci keberhasilan menanam terong terletak pada menemukan titik manis kelembaban yang stabil. Periksa tanah Anda setiap pagi dengan menancapkan jari dua inci ke dalam pot. Siram ketika kedalaman itu terasa kering tapi tidak sebelum titik itu tercapai.
Saya belajar pelajaran ini dengan cara yang sulit selama musim tanam kedua saya. Tanaman saya berubah dari sehat menjadi layu hanya dalam dua hari setelah perjalanan akhir pekan membuat mereka tanpa air. Buah yang bertahan ternyata pahit dan keras karena periode stres itu.
Tanah dalam pot mengering lebih cepat daripada tanah kebun karena dinding pot membiarkan kelembaban keluar dari semua sisi. Pada hari musim panas yang terik Anda mungkin perlu menyiram dua kali untuk menjaga semuanya tetap seimbang. Lapisan 2-3 inci mulsa di atas membantu menahan air di tanah lebih lama antar penyiraman.
Pot Anda harus berada di tempat yang mendapat 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari tanpa gagal. Terong membutuhkan energi cahaya itu untuk menumbuhkan batang yang kuat dan menghasilkan buah. Sinar matahari lebih sedikit berarti lebih sedikit bunga dan panen lebih kecil di akhir musim.
Pemberian makan menjaga tanaman Anda tumbuh kuat sepanjang musim panas. Aplikasikan pupuk seimbang setiap 2-3 minggu setelah bunga pertama muncul pada tanaman Anda. Tanah dalam pot kehilangan nutrisi cepat dengan semua penyiraman yang Anda lakukan, jadi pemberian makan teratur sangat penting.
Berikut tips terong dalam pot teratas yang akan menyiapkan Anda untuk panen yang bagus. Jaga suhu tanah di atas 60°F (16°C) setiap saat dengan memindahkan pot ke tempat hangat. Siram ketika dua inci teratas tanah terasa kering pada jari Anda. Berikan tanaman Anda 6-8 jam sinar matahari penuh setiap hari. Beri pupuk setiap 2-3 minggu selama musim tanam. Ikuti rencana sederhana ini dan terong Anda akan memberi Anda banyak buah yang indah.
Baca artikel lengkap: Cara Menanam Terong di Pot