Untuk menghitung emiter tetes, bagi total galon yang dibutuhkan tanaman per jam dengan debit aliran satu emiter. Bedeng yang membutuhkan 4 galon per jam dengan emiter 1 galon per jam berarti memerlukan empat emiter. Rumus dasar ini memberi Anda hitungan awal. Selanjutnya, sesuaikan berdasarkan jenis tanah dan tata letak tanaman Anda.
Jarak antar emiter tetes tergantung pada bagaimana air bergerak dalam tanah Anda. Tanah berpasir membasahi area sempit hanya 15-30 cm dari setiap titik tetes. Anda butuh emiter berdekatan di tanah pasir. Tanah liat menyebarkan air hingga 45-60 cm dari setiap titik. Artinya lebih sedikit emiter bisa mencakup area yang sama. Colorado State Extension menyarankan jarak 30 cm di tanah pasir, 45 cm di tanah lempung, dan 60 cm di tanah liat.
Menentukan jumlah emiter per tanaman bergantung pada ukuran dan kebutuhan airnya. Tomat memerlukan sekitar 4-8 liter per hari saat puncak musim panas. Saya menguji dua pengaturan di bedeng tanam saya tahun lalu. Satu baris mendapat satu emiter 2 galon per jam per tanaman. Baris lainnya mendapat dua emiter 1 galon per jam yang dipasang 15 cm terpisah di masing-masing sisi batang. Baris dengan dua emiter menghasilkan zona basah yang lebih luas dan merata di tanah lempung saya. Tanaman tersebut menghasilkan akar lebih besar dan buah lebih banyak.
Herba kecil dan selada cukup dengan satu emiter masing-masing. Zona akarnya tetap ringkas dan tidak perlu cakupan luas. Paprika dan labu butuh dua emiter masing-masing karena akarnya menyebar lebih luas. Semak muda dan pohon buah mungkin perlu tiga sampai empat emiter yang dipasang melingkar di sekitar batang. Tempatkan lingkaran itu di mana akar penyerap berkumpul di tepi garis tajuk.
Ukur Bedeng Kebun Anda
- Ukuran bedeng: Ukur panjang dan lebar setiap bedeng dalam meter untuk mengetahui total area yang perlu dicakup.
- Jumlah tanaman: Hitung setiap tanaman dan catat jarak antar tanaman agar Anda bisa merencanakan jalur selang.
- Peta barisan: Buat sketsa barisan dan tandai posisi setiap tanaman agar Anda tahu di mana harus melubangi untuk emiter.
Pilih Debit Aliran yang Tepat
- Pasir: Pilih emiter 0,5 galon per jam dengan jarak 30 cm karena air mengalir cepat dan tetap sempit.
- Lempung: Gunakan emiter 1 galon per jam dengan jarak 45 cm untuk keseimbangan penyebaran dan resapan yang baik.
- Liat: Pilih emiter 1-2 galon per jam dengan jarak 60 cm karena tanah liat menahan dan menyebarkan air sendiri.
Lakukan Perhitungan
- Total kebutuhan: Kalikan kebutuhan air harian setiap tanaman dengan jumlah tanaman untuk mendapat total kebutuhan harian.
- Jumlah emiter: Bagi total galon per jam dengan debit aliran satu emiter untuk mendapat jumlah minimum.
- Tambah cadangan: Tambahkan emiter ekstra jika tanah Anda membuat zona basah sempit yang menyisakan celah kering antar tanaman.
Bulatkan ke atas jika hasil hitungan jatuh di antara bilangan bulat. Satu emiter tambahan hanya berharga $0,25-$0,50 tapi menutup celah cakupan. Emiter terlalu sedikit meninggalkan titik kering yang membuat tanaman stres saat minggu-minggu terpanas dalam setahun.
Jalankan sistem baru Anda selama seminggu lalu periksa tanah di sekitar setiap tanaman. Tekan jari sedalam 8-10 cm di dekat tepi zona basah. Jika terasa kering, tambahkan satu emiter lagi untuk memperluas area basah. Sedikit penyesuaian di musim pertama akan mempersiapkan Anda untuk panen melimpah selama bertahun-tahun setelahnya.
Baca artikel lengkap: Panduan Irigasi Tetes untuk Kebun Rumah