Apa 5 kekurangan hidroponik?

picture of Liu Xiaohui
Liu Xiaohui
Diterbitkan:
Diperbarui:

Ada lima kekurangan hidroponik yang perlu Anda ketahui. Yaitu biaya tinggi, kebutuhan listrik, pemantauan harian, risiko penyakit, dan kurva belajar yang sulit. Kelemahan hidroponik ini tidak akan menghentikan sebagian besar petani, tapi sebaiknya Anda pelajari sebelum membeli peralatan.

Minggu pertama saya menjalankan sistem DWC selada terasa seperti pekerjaan sampingan. Saya memeriksa pH dan kadar nutrisi setiap pagi, dan angka di alat ukur terus berubah-ubah. Saya tidak tahu apakah penyesuaian yang saya lakukan membantu atau justru merugikan. Rutinitas pemantauan harian ini akan terasa lebih ringan begitu Anda tahu seperti apa kondisi normal. Tapi beberapa minggu pertama mengelola kekurangan hidroponik bisa terasa sangat berat.

Ketergantungan pada listrik adalah kelemahan yang paling saya khawatirkan. Dalam sistem NFT, pompa nutrisi berjalan tanpa henti karena akar berada di saluran tipis tanpa cadangan air. Jika listrik padam selama beberapa jam, akar mengering dan tanaman bisa mati. Pompa udara DWC dasar hanya menggunakan daya sekitar 3 hingga 5 watt sepanjang waktu. Tapi jika ditambah lampu tanam untuk sistem indoor, tagihan Anda bisa naik $30 hingga $100 per bulan.

Biaya Awal yang Tinggi

  • Investasi awal: Bahkan sistem DWC ember sederhana membutuhkan biaya $30 hingga $50 untuk pompa, net pot, nutrisi, dan perlengkapan uji pH.
  • Biaya perluasan: Menambah lebih banyak ember atau meningkatkan ke sistem NFT atau ebb-and-flow bisa membuat biaya melonjak hingga ratusan dolar dengan cepat.
  • Tips menghemat: Mulailah dengan satu ember DWC untuk menjaga risiko finansial tetap rendah sambil Anda mempelajari dasar-dasar pengelolaan nutrisi.

Kebutuhan Listrik yang Konstan

  • Selalu menyala: Pompa udara dan pompa air harus berjalan sepanjang waktu agar oksigen dan nutrisi terus mengalir ke akar tanaman.
  • Risiko pemadaman listrik: Sistem NFT dan aeroponik bisa kehilangan tanaman dalam kurang dari 4 jam tanpa listrik karena akar tidak memiliki cadangan air.
  • Rencana cadangan: Pompa udara bertenaga baterai seharga sekitar $15 dapat menjaga sistem DWC tetap hidup selama pemadaman semalaman.

Tuntutan Pemantauan Harian

  • Pemeriksaan pH: Anda perlu menguji dan menyesuaikan pH ke rentang 5,5 hingga 6,5 setidaknya sekali sehari atau nutrisi akan terkunci.
  • Pembacaan EC: Melacak konduktivitas listrik memberi tahu Anda apakah kekuatan nutrisi sudah tepat untuk tahap pertumbuhan tanaman saat ini.
  • Komitmen waktu: Siapkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari untuk pengujian dan penyesuaian begitu Anda sudah terbiasa.

Penyebaran Penyakit yang Cepat

  • Risiko air bersama: Semua tanaman dalam sistem resirkulasi minum dari reservoir yang sama, jadi satu tanaman sakit bisa menginfeksi semua tanaman lainnya.
  • Ancaman busuk akar: Pythium dan patogen bawaan air lainnya berkembang pesat di reservoir yang hangat dan minim oksigen, serta menyebar dalam hitungan hari.
  • Metode pencegahan: Jaga suhu air di bawah 72°F (22°C) dan pertahankan aerasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan patogen.

Kurva Belajar yang Curam

  • Keterampilan baru diperlukan: Anda perlu memahami kimia pH, rasio nutrisi, dan kualitas air sebelum tanaman pertama Anda masuk ke sistem.
  • Coba dan gagal: Sebagian besar pemula kehilangan setidaknya satu panen karena nutrisi berlebih atau fluktuasi pH sebelum mereka terbiasa dengan prosesnya.
  • Pendekatan terbaik: Tanam tanaman yang mudah seperti selada terlebih dahulu karena lebih toleran terhadap rentang pH dan nutrisi yang lebih lebar dibanding tanaman berbuah.

Penyakit menyebar lebih cepat di hidroponik dibanding kebun tanah. Setiap tanaman berbagi pasokan air yang sama, jadi satu kasus busuk akar bisa memusnahkan seluruh panen Anda dalam hitungan hari. Jaga suhu air di bawah 72°F (22°C) dan jalankan pompa udara yang kuat untuk melawan risiko ini.

Ketika Anda menimbang kelebihan dan kekurangan hidroponik, manfaatnya tetap lebih unggul bagi kebanyakan petani. Pertumbuhan lebih cepat, 90% lebih hemat air, dan panen sepanjang tahun mengimbangi kerja ekstra yang dibutuhkan. Mulailah dari yang kecil dengan sistem DWC murah dan kuasai dasar-dasarnya pada selada atau kemangi terlebih dahulu. Tingkatkan skala setelah Anda merasa nyaman dengan perawatan harian. Kekurangan hidroponik ini akan semakin mudah ditangani setelah beberapa bulan praktik langsung.

Baca artikel lengkap: Panduan Berkebun Hidroponik

Lanjutkan membaca