Tanaman dalam ruangan · Pteridaceae

Pakis Suplir

Adiantum raddianum

Jaga tanah tetap lembap dan udara tetap lembap, dan pakis mungil berenda ini akan melembutkan sudut mana pun yang teduh di rumah Anda.

Cahaya

Terang tidak langsung

Air

Setiap 2–⁠4 hari

Kehangatan

10–⁠25°C

Ketahanan

hingga -1°C

Aman untuk hewan peliharaan
Pakis Suplir

Ikhtisar

Bayangkan pakis suplir sebagai renda dunia tanaman hias, dengan tangkai hitam yang kaku seperti kawat dan anak daun kecil berbentuk kipas yang bergetar oleh embusan angin paling lembut sekalipun. Ia berasal dari tropis basah Amerika, tumbuh di celah-celah teduh dan lembap di tepi sungai dan air terjun. Habitat asal ini memberi tahu Anda hampir semua yang perlu diketahui: naungan, kelembapan yang stabil, dan udara yang lembap.

Anda mungkin pernah mendengar pakis ini disebut rewel, dan itu ada benarnya, tetapi masalahnya jarang menjadi misteri. Lewatkan satu kali penyiraman saja, daunnya bisa mengering dan kecokelatan hanya dalam sehari, itulah sebabnya ia tergolong tanaman yang cukup menuntut perawatan. Kabar baiknya, hampir semua masalah berakar dari air atau kelembapan, jadi begitu Anda menguasai keduanya, pakis ini nyaris merawat dirinya sendiri, dan kesalahan biasanya masih bisa diperbaiki.

Berikan sudut yang tepat, dan pakis ini akan membalasnya dengan gundukan hijau lembut nan ringan yang sulit ditandingi tanaman lain. Kamar mandi yang lembap berkabut atau jendela dapur cocok baginya, begitu pula kumpulan hangat bersama tanaman lain di tempat yang menjaga kelembapan udara.

Perawatan

Singkatnya: berikan cahaya terang tidak langsung tanpa sinar matahari langsung, jaga tanah tetap lembap merata setiap saat, dan pertahankan kelembapan udara di 50% atau lebih. Beri pupuk ringan sepanjang musim tumbuh dan jaga suhu tetap hangat nyaman, dan Anda akan berhasil dengan baik.

Cahaya

Berikan cahaya terang tidak langsung tanpa sinar matahari langsung menyentuh daunnya, karena hanya beberapa jam sinar matahari yang menembus kaca pun bisa menghanguskan anak daunnya yang lembut. Jendela menghadap utara, atau tempat yang agak menjauh dari jendela yang lebih terang, sangatlah cocok, dan ia juga tetap tumbuh baik dalam cahaya sedang atau naungan sebagian.

Penyiraman

Inilah bagian yang benar-benar penting, jadi perhatikan baik-baik. Tanah perlu tetap lembap merata setiap saat dan tidak boleh mengering, karena daunnya akan mengering dan mati hampir seketika begitu bola akarnya kering. Siram kira-kira setiap 2 hingga 4 hari dengan air bersuhu ruangan, dan biarkan potnya mengalirkan air agar media tanam tetap lembap nyaman, bukan becek.

Media tanam

Pilih campuran tanah yang kaya humus dan mampu menahan kelembapan, seperti media berbasis gambut atau serabut kelapa yang dicampur sedikit kompos. pH antara 6,0 dan 7,0 membuatnya senang, dan drainase yang baik memastikan kelembapan yang stabil tidak pernah berujung pada pembusukan.

Suhu

Suhu ruangan biasa sudah cukup baik baginya, sekitar 10°C hingga 25°C. Jauhkan saja dari angin dingin serta udara panas dan kering dari radiator atau ventilasi pemanas, karena keduanya cepat membuat tanaman ini stres.

Kelembapan

Kelembapan udara jauh lebih penting di sini dibandingkan pada hampir semua tanaman hias umum lainnya. Targetkan 50% hingga 80%, yang dalam praktiknya berarti menggunakan pelembap udara, nampan kerikil, mengelompokkan beberapa tanaman, atau ruangan yang secara alami lembap seperti kamar mandi. Menyemprotkan air saja tidak cukup bertahan lama untuk membantu.

Pemupukan

Beri pupuk sebulan sekali dari musim semi hingga awal musim gugur dengan pupuk cair seimbang untuk tanaman hias pada setengah kekuatan takaran. Biarkan ia beristirahat saat musim dingin ketika pertumbuhannya melambat, dan tetap gunakan takaran ringan, karena penumpukan garam akibat pemupukan berlebih akan tampak sebagai daun yang menguning.

Pemangkasan

Pangkas daun yang mati, kering renyah, atau menguning di bagian pangkalnya dengan gunting bersih begitu muncul. Jika seluruh tanaman menjadi cokelat, jangan putus asa: potong semua daun hingga rata dengan permukaan tanah, jaga rimpang tetap lembap merata, dan pucuk daun baru biasanya akan tumbuh kembali.

Penggantian pot

Pindahkan ke pot yang lebih besar setiap 1 hingga 2 tahun pada musim semi, cukup naik satu ukuran pot saja, karena pakis ini senang berada agak sesak. Waktunya tepat ketika akar mulai melingkari pot atau mengintip dari lubang drainase, atau ketika tanah mengering hanya dalam sehari setelah disiram.

Ukuran & jarak tanam

Di dalam ruangan, ia membentuk gundukan rapi setinggi sekitar 30 hingga 60 cm dan selebar 30 hingga 60 cm. Sisakan sedikit ruang di setiap sisinya agar udara dapat mengalir di sekitar daun dan dedaunan lembutnya tidak tertekan dinding atau tanaman lain di sebelahnya.

Pemecahan masalah

Hampir semua masalah pada pakis suplir berakar dari air atau udara, sehingga mudah dikenali. Daun yang kering dan renyah kecokelatan menandakan tanaman kekurangan air, sedangkan daun kuning lembek menandakan tanaman terlalu basah, dan hama yang menyerangnya pun mudah dikenali. Temukan gejala Anda di bawah ini dan bertindaklah sejak dini, selagi rimpangnya masih sehat dan penuh harapan.

Parah

Seluruh tanaman layu dan menjadi cokelat setelah terlewat disiram

Satu kali kekeringan saja bisa membuat semua daun berubah cokelat sekaligus saat bola akarnya mengering sepenuhnya, dan ambang jendela yang dingin di bawah 10°C juga bisa memperparah keadaan. Tanaman ini mungkin terlihat seperti tidak ada harapan, tetapi rimpang di dalam tanah biasanya masih sangat hidup. Pangkas semua daun yang mati hingga rata dengan tanah, rendam pot selama 15 hingga 20 menit agar tanaman minum sepuasnya, lalu jaga agar tetap hangat, lembap, dan berada di cahaya terang tidak langsung, serta bersabarlah sementara pucuk daun baru mulai terbentuk.

Solusi:

  • Potong semua daun yang mati hingga rata dengan tanah
  • Hidrasi kembali dengan menyiram secara menyeluruh (atau merendam pot selama 15-20 menit), lalu jaga kelembapan tetap merata
  • Tempatkan di cahaya terang tidak langsung pada suhu 16-25°C dan tunggu beberapa minggu untuk pucuk daun baru dari rimpangnya
Kemunduran

Daun berubah cokelat dan renyah, terkadang dalam semalam

Jangan khawatir, karena perubahan warna cokelat yang mendadak hampir selalu berarti bola akarnya sekadar mengering, dan pakis ini bereaksi hanya dalam sehari setelah kering. Udara kering atau paparan sinar matahari langsung juga bisa menyebabkan daun mengering serupa. Siram hingga air mengalir keluar dari pot, jauhkan dari sinar matahari atau angin, dan pangkas daun yang paling parah hingga ke tanah agar pucuk daun baru punya ruang untuk tumbuh.

Solusi:

  • Siram secara menyeluruh hingga air mengalir keluar dan lanjutkan menjaga tanah tetap lembap merata
  • Potong daun yang sudah benar-benar kering renyah hingga rata dengan tanah; pucuk daun baru sering tumbuh kembali dari rimpangnya
  • Tingkatkan kelembapan dengan nampan kerikil, pelembap udara, atau mengelompokkan tanaman
  • Pindahkan dari sinar matahari langsung ke cahaya terang yang menyebar
Kemunduran

Daun perlahan menguning dan tanaman tampak lemas

Ketika daun menguning perlahan dan pertumbuhannya menjadi lembek dan layu, akarnya biasanya terendam tanah yang becek dan kekurangan udara, meski pakis ini memang suka tanah yang lembap. Kerak pucat pada permukaan tanah atau tepi pot justru menandakan penumpukan garam pupuk. Anda bisa memperbaikinya: biarkan pot mengalirkan air dan kosongkan tatakannya, bilas tanah untuk membersihkan garamnya, dan pindahkan tanaman ke cahaya tidak langsung yang lebih terang jika sudutnya terasa redup.

Solusi:

  • Pastikan pot mengalirkan air dengan lancar dan buang air yang menggenang di tatakan
  • Pindahkan ke media tanam baru yang kaya humus dan berdrainase baik jika tanah becek atau padat
  • Bilas pot dengan banyak air bersih untuk meluruhkan garam dan kurangi takaran pupuk hingga separuhnya
  • Pindahkan ke cahaya tidak langsung yang lebih terang jika tempatnya redup
Kemunduran

Ada residu lengket, gumpalan seperti kapas, atau bintik cokelat pada tangkainya

Gumpalan kapas putih itu adalah kutu putih (mealybug), sementara bintik cokelat kecil berbentuk kubah adalah kutu sisik lunak, dan keduanya mengisap getah tanaman serta meninggalkan embun madu yang lengket. Kaca pembesar yang diarahkan ke tangkai hitam kaku dan bagian bawah daun akan memastikan mana yang menyerang tanaman Anda. Jangan panik: sentuh setiap hama dengan kapas yang dibasahi alkohol, buang daun yang paling parah, dan obati secara bertarget dengan lembut, karena pakis kurang tahan terhadap banyak jenis semprotan.

Solusi:

  • Pisahkan tanaman dari tanaman hias lainnya
  • Tepuk-tepuk hama dengan kapas yang dibasahi alkohol isopropil 70 persen
  • Buang daun yang terserang parah di bagian pangkalnya
  • Ulangi perawatan setiap minggu hingga tidak ada hama baru muncul; pakis sensitif terhadap banyak semprotan insektisida, jadi obati secara bertarget alih-alih membasahi seluruh dedaunan

Toksisitas

Kabar baik untuk rumah dengan hewan peliharaan atau anak kecil: pakis suplir aman sepenuhnya. ASPCA menandainya tidak beracun bagi kucing dan anjing, dan sebagai pakis sejati, ia tidak menyimpan racun yang tersembunyi pada banyak tanaman hias populer lainnya. Gigitan besar mungkin menyebabkan sakit perut ringan sementara, seperti tanaman lain pada umumnya, tetapi sungguh tidak ada yang perlu dikhawatirkan di sini.

Aman untuk

Manusia · Kucing · Anjing · Kuda · Kelinci · Ternak · Burung

Kucing Tidak ada

Anda bisa tenang jika ada kucing di sekitarnya, karena ASPCA menilai pakis ini tidak beracun bagi mereka dan tidak akan menimbulkan keracunan meski digigit sedikit. Jika kucing melahap banyak daunnya, yang terjadi paling buruk hanyalah sakit perut ringan dan sebentar, seperti yang bisa ditimbulkan tanaman lain pada umumnya.

Anjing Tidak ada

Anjing pun sama amannya di dekat tanaman ini, tanpa senyawa beracun yang perlu dikhawatirkan. Yang lebih perlu dicemaskan justru tanamannya yang tergigit-gigit, bukan kesehatan anjingnya, meski menelan dalam jumlah besar mungkin menyebabkan tinja sedikit lembek.

Kuda Tidak ada

Pakis Adiantum tidak menyimpan racun yang mengganggu kuda, jadi gigitan iseng sekalipun tidak akan menimbulkan bahaya sama sekali.

Kelinci Tidak ada

Kelinci dapat mencicipi daunnya yang halus tanpa bahaya apa pun. Biarkan ini menjadi camilan sesekali, bukan makanan harian, karena perut kelinci bekerja paling baik dengan jerami dan sayuran hijau yang sudah biasa mereka makan.

Ternak Tidak ada

Kambing, domba, dan hewan pemakan rumput lainnya tidak akan keracunan karena pakis ini. Sebenarnya mereka jarang bertemu dengannya, karena tanaman ini hidup di dalam pot di dalam ruangan, jauh dari padang rumput.

Burung Tidak ada

Burung peliharaan boleh saja hinggap di antara daunnya atau mematuknya tanpa perlu khawatir, karena tidak ada bagian daun maupun tangkainya yang beracun bagi mereka.

Manusia Tidak ada

Anda dapat menangani dan menanam pakis ini dengan penuh percaya diri, karena tidak ada bagian yang beracun bagi manusia. Tanaman ini bukan tanaman pangan, jadi tidak ada alasan untuk memakannya, tetapi jika seorang anak mencicipi daunnya, ia akan baik-baik saja.

Tidak diperlukan tindakan pencegahan khusus; seperti tanaman lain pada umumnya, memakan dedaunan dalam jumlah besar dapat menyebabkan sakit perut ringan yang mereda dengan sendirinya pada hewan peliharaan.

Varietas

Sebagian besar pakis suplir yang dijual merupakan kultivar dari satu spesies ini, dipilih karena daunnya yang lebih lebat atau sifatnya yang lebih tahan banting di dalam ruangan. Berikut nama-nama yang perlu Anda ketahui.

'Fritz Luth'

Jika Anda hanya menjumpai satu jenis saja, kemungkinan besar inilah kultivar yang tumbuh subur ini, dihargai karena daunnya yang lebih besar dan sedikit berwarna hijau kebiruan serta ketahanannya yang lebih baik terhadap udara ruangan biasa dibandingkan spesies aslinya.

'Fragrantissimum'

Ini adalah varietas lama yang sangat disukai, dengan daun yang lebat, melengkung, dan bertepi halus yang membawa aroma manis lembut pada pertumbuhan barunya.

'Pacific Maid'

Anda akan mengenalinya dari bentuknya yang rapi dan tegak serta anak daun berbentuk kipas lebar yang saling tumpang tindih pada daun-daun pendeknya.

'Gracillimum'

Yang paling halus potongannya di keluarga ini, anak daunnya yang mungil berkumpul menjadi awan dedaunan berenda yang lembut dan sulit untuk tidak disentuh.

'Microphyllum'

Anak daunnya yang sangat kecil memberi kesan mungil dan lembut yang indah pada setiap helai daunnya.

Cara memperbanyak

Cara paling lembut dan paling dapat diandalkan untuk memperbanyak pakis suplir adalah dengan membagi rumpun yang sudah mapan, yang memberi Anda tanaman baru jauh lebih cepat dan lebih pasti dibandingkan menyemai spora.

Pemisahan rumpunSedang

Musim semi, idealnya saat memindahkan pot · 4-8 minggu

Memperbanyak tanaman ini lebih mudah dari yang Anda kira: bagi tanaman yang sudah mapan pada musim semi, idealnya pada hari yang sama saat Anda memindahkan potnya. Keluarkan dari potnya, lalu urai atau potong rumpun rimpangnya perlahan menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki akar sehat dan beberapa helai daun. Letakkan setiap bagian ke dalam media tanam lembap yang kaya humus, dan jaga agar tetap hangat, lembap udaranya, serta lembap tanahnya secara merata, dan pucuk daun baru biasanya akan muncul dalam 4 hingga 8 minggu ke depan. Anda juga bisa membiakkannya dari spora di bawah daunnya, tetapi cara ini lambat dan lebih baik dicoba setelah Anda merasa lebih percaya diri.

Mitos

Mitos

Pakis suplir yang telah mengering dan berubah cokelat sepenuhnya dianggap mati dan harus dibuang.

Fakta

Mudah untuk menyerah ketika semua daun berubah cokelat setelah tanahnya mengering, tetapi rimpang di bawah permukaan tanah biasanya masih bertahan. Potong daun yang sudah mati hingga rata dengan tanah dan kembalikan kelembapan yang stabil, dan pertumbuhan baru yang lebat biasanya muncul kembali dalam hitungan minggu.

Mitos

Menyemprotkan air sesekali sudah cukup untuk membuat pakis suplir betah di ruangan yang kering.

Fakta

Semprotan air sekilas hanya menaikkan kelembapan selama satu atau dua menit sebelum turun kembali. Yang benar-benar diinginkan pakis ini adalah kelembapan stabil sekitar 50% atau lebih, dan cara lembut untuk mencapainya adalah dengan pelembap udara, nampan kerikil, mengelompokkan beberapa tanaman bersama, atau ruangan yang secara alami lembap seperti kamar mandi.

Mitos

Seperti kebanyakan tanaman hias, tanahnya sebaiknya dibiarkan agak mengering di antara penyiraman untuk mencegah busuk akar.

Fakta

Inilah pengecualian yang menyenangkan dari saran umum tersebut. Pakis ini membutuhkan tanah yang lembap merata setiap hari, dan kebiasaan membiarkan tanah mengering yang menjaga keamanan banyak tanaman hias lain justru akan membuat daunnya layu hampir seketika.

Sumber