Tanaman dalam ruangan · Marantaceae
Calathea Lancifolia
Goeppertia insignis
Daun bergelombang yang berani, yang melipat diri sendiri di malam hari, dan tanaman ini tumbuh subur begitu Anda menemukan ritme penyiraman dan kelembapan yang pas.
Teduh sebagian
18–24°C
hingga 4°C
23–76 cm

Ikhtisar
Anda bisa langsung menebak asal nama tanaman ular derik ini hanya dengan melihatnya: daun panjang bergelombang dengan bercak hijau tua di sepanjang helai hijau terang, mengingatkan pada corak di punggung ular. Balik daunnya untuk kejutan yang indah, bagian bawahnya berwarna merah keunguan pekat. Tanaman ini termasuk keluarga tanaman doa dan berasal dari hutan hujan Brasil, tempat ia tumbuh tenang di lapisan bawah kanopi dalam udara yang hangat, lembap, dan teduh.
Amati tanaman ini selama sehari dan julukan tanaman doa mulai masuk akal. Daunnya terbuka dan datar selama matahari bersinar, lalu melipat lembut ke atas saat senja sebelum kembali turun di pagi hari, sebuah ritme harian lembut yang mengikuti cahaya. Untungnya, ukurannya tetap bersahabat di dalam ruangan, sekitar 23 sampai 76 cm, sehingga cocok diletakkan di rak atau meja samping.
Memang, tanaman ini butuh perhatian lebih, tetapi jangan sampai itu membuat Anda mundur. Beri ia air lunak, kelembapan yang stabil, dan udara lembap, dan ia akan memberi tahu Anda dengan jelas saat ada yang perlu disesuaikan lewat tepi daun yang menguning cokelat, tanda yang mudah dikenali sejak dini. Hadirkan kembali suasana hangat, teduh, dan lembap seperti hutan asalnya, dan ia akan membalasnya dengan tumbuh cepat dan lebat.
Perawatan
Singkatnya: tempatkan di naungan terang jauh dari matahari langsung, siram dengan air hujan atau air suling agar tanah tetap lembap merata, jaga ruangan tetap hangat, dan berikan kelembapan sebanyak mungkin. Semua ini tidak sulit begitu menjadi kebiasaan.
Cahaya
Berikan cahaya terang namun tidak langsung atau tempat dengan naungan sebagian, mirip cahaya berbintik yang ditemuinya di bawah kanopi hutan hujan. Tanaman ini cukup toleran terhadap naungan yang cukup gelap juga. Cukup jauhkan dari matahari langsung, yang memudarkan corak cantiknya dan menghanguskan daun.
Penyiraman
Usahakan tanah tetap lembap merata namun tidak becek dari April hingga Agustus selama masa pertumbuhan, lalu kurangi penyiraman selama musim dingin. Jenis air yang Anda gunakan sama pentingnya: gunakan air hujan atau air suling, karena fluorida dalam air keran biasa akan menumpuk seiring waktu dan membuat tepi daun menjadi cokelat.
Media tanam
Tanam di campuran tanah gambut yang mengalirkan air dengan baik dan kaya bahan organik, sehingga akar tetap lembap tanpa pernah terendam air. Untungnya tanaman ini tidak rewel soal pH, mampu bertahan pada kisaran 6,0 sampai 8,0, jadi dari asam hingga sedikit basa semuanya cocok.
Suhu
Tanaman ini paling nyaman di ruangan hangat, berkisar antara 18°C sampai 24°C. Udara dingin memang bukan sahabatnya, jadi jauhkan dari jendela berangin dan sudut ruangan yang dingin.
Kelembapan
Ini bagian yang paling sering terlewat, jadi jangan berkecil hati jika Anda pun kesulitan di sini. Tanaman ini mendambakan kelembapan tinggi, jauh melebihi yang diberikan ruang tamu biasa, jadi letakkan di atas nampan kerikil basah, semprot dengan air, atau simpan di ruangan yang lembap. Biarkan udara mengering dan tepi daun yang cokelat serta rapuh akan segera menyusul.
Pemupukan
Berikan pupuk berimbang setiap bulan selama musim semi dan musim panas saat tanaman sedang tumbuh aktif. Hentikan pemupukan di musim dingin begitu pertumbuhannya melambat, dan tanaman ini akan tetap puas.
Pemangkasan
Tidak perlu pembentukan yang rumit di sini, sebuah kelegaan tersendiri. Cukup pangkas daun yang mati, rusak, atau menguning cokelat dari pangkalnya, dan tanaman ini akan tetap tampak segar.
Penggantian pot
Pindahkan ke pot baru setiap 1 sampai 2 tahun pada musim semi, atau lebih cepat jika Anda melihat akar melingkar di dalam pot atau keluar dari lubang drainase. Ini juga saat yang tepat untuk membelah rumpun dan menghadiahi diri Anda beberapa tanaman baru.
Ukuran & jarak tanam
Ini adalah tanaman pendamping yang kompak di dalam ruangan, mencapai tinggi 23 sampai 76 cm dan lebar 23 sampai 46 cm. Satu tanaman saja sudah cukup mengisi potnya, jadi pilih wadah dengan sedikit ruang tumbuh tambahan.
Pemecahan masalah
Hampir semua masalah muncul lebih dulu di daun, dan sebagian besar berkaitan dengan kualitas air, cahaya, atau udara kering. Kabar baiknya, tanaman ini jujur menunjukkan kondisinya, jadi pengamatan dekat biasanya langsung mengarah ke penyebabnya. Temukan gejala Anda di bawah, lalu perbaiki kondisinya dengan lembut.
Daun menguning dan layu dengan busuk lunak di pangkal
Paling sering ini disebabkan tanah yang becek dan busuk akar akibat penyiraman berlebihan, meski tanah yang benar-benar kering juga bisa membuat daun menguning. Raba campuran tanahnya dan periksa akar: gelap dan lembek berarti busuk, sedangkan kering seperti debu berarti sebaliknya. Siram agar tanah tetap lembap merata namun tidak pernah basah, pastikan pot memiliki drainase, dan pindahkan ke campuran tanah baru sambil memangkas akar yang membusuk.
Solusi:
- Sesuaikan penyiraman agar tanah tetap lembap merata namun tidak pernah becek
- Pastikan pot dan campuran tanah mengalirkan air dengan lancar
- Pindahkan ke campuran tanah baru yang mengalirkan air dengan baik dan pangkas akar yang membusuk jika ada
Jaring halus dan permukaan kusam berbintik
Tanda-tanda itu biasanya berarti tungau laba-laba, yang menyusup begitu udara mengering. Balik beberapa daun dan cari tungau kecil serta jaring tipis. Bilas daunnya, tingkatkan kelembapan, obati dengan sabun insektisida atau minyak hortikultura, dan pisahkan tanaman ini sampai hama bersih.
Solusi:
- Bilas daun dan tingkatkan kelembapan
- Obati dengan sabun insektisida atau minyak hortikultura
- Pisahkan tanaman untuk membatasi penyebaran
Tepi daun yang cokelat dan rapuh mulai terbentuk
Jangan terlalu khawatir, karena ini hampir selalu disebabkan oleh penumpukan fluorida dan garam dari air keran, yang menumpuk di daun dan menghanguskan tepinya sementara bagian tengah daun tetap hijau. Udara dalam ruangan yang kering hanya memperparah keadaan. Beralihlah ke air hujan, air suling, atau air yang sudah disaring, tingkatkan kelembapan, dan jika Anda mau, rapikan tepi yang paling parah dengan pemangkasan ringan.
Solusi:
- Beralih ke air hujan, air suling, atau air saring
- Tingkatkan kelembapan dengan nampan kerikil basah, penyemprotan rutin, atau ruangan berkelembapan tinggi
- Pangkas tepi yang sangat cokelat hanya untuk memperbaiki tampilan
Corak memudar dan bercak pucat yang hangus
Ini menandakan cahaya yang terlalu banyak. Matahari langsung memudarkan corak tegasnya dan mengeringkan daun hingga meninggalkan bekas hangus cokelat, karena tanaman ini diciptakan untuk lantai hutan yang teduh. Pindahkan kembali ke naungan sebagian atau penuh dengan cahaya terang tidak langsung, dan jangan berikan apa pun yang lebih kuat dari sinar matahari pagi yang lembut.
Solusi:
- Pindahkan tanaman dari sinar matahari langsung ke lokasi bernaungan sebagian atau penuh dengan cahaya terang tidak langsung saja
- Berikan paling banyak cahaya baur atau sinar matahari pagi
Toksisitas
Ini kabar baik untuk pemilik hewan peliharaan: ini adalah tanaman hias yang aman dan tidak beracun. ASPCA dan NC State Extension sama-sama menyatakannya aman bagi kucing, anjing, dan kuda, dan tidak ada apa pun di daunnya yang membahayakan kelinci, burung, ternak, atau anak-anak. Letakkan saja di lantai dekat hidung yang penasaran dan Anda bisa tenang.
Aman untuk
Manusia · Kucing · Anjing · Kuda · Kelinci · Ternak · Burung
Kucing Tidak ada
Baik ASPCA maupun NC State Extension menandainya tidak beracun bagi kucing, jadi gigitan iseng benar-benar tidak perlu dikhawatirkan. Meski begitu, kucing yang menelan banyak daun jenis apa pun tetap bisa mengalami gangguan perut ringan yang berlalu dengan sendirinya.
Anjing Tidak ada
Anjing juga aman menurut kedua sumber yang sama, karena tidak ada senyawa berbahaya di daunnya. Paling parah, gigitan besar hanya membawa sedikit air liur atau tinja lembek yang mereda dengan sendirinya.
Kuda Tidak ada
ASPCA juga menyatakan kuda aman. Sebagai tanaman tropis dalam ruangan, tanaman ini jarang berpapasan dengan kuda, dan sekali cicip pun tidak membahayakan sama sekali.
Kelinci Tidak ada
Tidak ada apa pun di daunnya yang beracun bagi kelinci, jadi Anda bisa bernapas lega. Meski begitu, perlakukan sebagai tanaman hias, bukan camilan, karena mengonsumsi daun hias apa pun secara terus-menerus dapat mengganggu pencernaan kelinci.
Ternak Tidak ada
Karena tidak mengandung racun, hewan penggembalaan tidak menghadapi bahaya nyata darinya. Dan sebagai tanaman hias tropis, tanaman ini hampir tidak pernah berada di dekat padang rumput.
Burung Tidak ada
Burung peliharaan boleh saja berbagi ruangan dengannya, karena tidak ada yang beracun jika mereka mematuknya karena penasaran.
Manusia Tidak ada
Tanaman ini sepenuhnya aman di dekat anak-anak, dan menyentuh daunnya tidak akan mengiritasi kulit siapa pun. Tanaman ini tidak ditanam untuk dimakan, jadi memang tidak ada bagian yang dimaksudkan untuk disantap.
Cara memperbanyak
Sebenarnya hanya ada satu cara sederhana untuk memperbanyak tanaman ini, dan waktunya bersahabat karena bertepatan dengan penggantian pot yang memang sudah rutin Anda lakukan.
Pemisahan rumpunSedang
Musim semi, saat penggantian pot · Beberapa minggu hingga beberapa bulan
Tanaman ini diperbanyak lewat pembelahan rumpun, bukan stek, jadi waktu terbaik untuk mencobanya adalah musim semi saat Anda sedang mengganti pot. Keluarkan tanaman dari potnya, pisahkan rumpun rimpangnya dengan lembut menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki akar sehat dan beberapa daun, lalu tanam terpisah. Jaga hasil pembelahan tetap hangat dan lembap, dan mereka akan menemukan pijakannya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Mitos
Tanaman ini sebenarnya hanyalah Calathea lancifolia.
Tidak juga. Kew's Plants of the World Online kini mengakui Goeppertia insignis sebagai nama yang sah, dan menempatkan Calathea lancifolia, Calathea insignis, Goeppertia lancifolia, serta Maranta insignis sebagai sinonim. Goeppertia dipisahkan dari Calathea, itulah sebabnya banyak tanaman yang dulu disebut Calathea kini memakai nama Goeppertia. Label di pot Anda mungkin masih bertuliskan Calathea, dan itu tidak masalah, karena tetap tanaman yang sama.
Seperti kebanyakan tanaman hias tropis, tanaman ini pasti beracun bagi hewan peliharaan.
Untungnya, tidak. ASPCA dan NC State Extension sama-sama mencantumkan Calathea dan Goeppertia insignis sebagai tidak beracun bagi kucing, anjing, dan kuda. Anda bisa meletakkannya di lantai dekat hewan peliharaan yang penasaran tanpa perlu khawatir sama sekali.