Mengapa daun sukulen mudah terlepas?

picture of Paul Reynolds
Paul Reynolds
Diterbitkan:
Diperbarui:

Ketika daun sukulen mudah lepas, penyebabnya bisa pertumbuhan normal atau tanda masalah. Beberapa kerontokan daun itu sehat dan wajar. Terlalu banyak daun rontok menunjukkan masalah perawatan yang perlu segera diperbaiki.

Saya menghabiskan berminggu-minggu khawatir tentang Echeveria pertama saya ketika daun terus rontok dari bagian bawah. Lalu saya belajar bahwa sukulen merontokkan daun bagian bawah saat tumbuh lebih tinggi. Tanaman menarik nutrisi dari daun lama untuk mendorong pertumbuhan baru di bagian atas. Begitu saya tahu apa yang harus dicari, saya bisa langsung membedakan kerontokan sehat dari kerontokan karena stres.

Kerontokan daun alami terjadi satu atau dua daun sekaligus dari lingkaran paling bawah. Daun-daun ini menguning atau kecokelatan, mengering, dan rontok atau terlepas tanpa usaha. Tanaman tetap kuat dan sehat di bagian atas. Kerontokan karena stres terlihat berbeda. Banyak daun jatuh dari seluruh bagian tanaman. Mereka mungkin terlihat gemuk dan hijau saat jatuh atau terasa lembek dan lunak.

Untuk mengetahui mengapa sukulen merontokkan daun, Anda perlu memeriksa beberapa hal. Penyebab paling umum adalah overwatering. Terlalu banyak air mengisi sel sampai pecah. Dinding daun menjadi lemah dan lembek. Sentuhan lembut membuat mereka langsung rontok. Solusinya sederhana. Kurangi penyiraman dan biarkan tanah mengering di antara penyiraman.

Apakah daun sukulen Anda rontok karena kehausan? Ini terlihat berbeda. Daun kering mengerut dan mengeriput sebelum rontok. Seluruh tanaman mungkin terlihat kempes. Daun yang haus terasa tipis seperti kertas bukan lembek dan bengkak. Siram lebih sering jika Anda melihat tanda-tanda ini tapi jangan berlebihan.

Periksa Kebiasaan Penyiraman

  • Tanda overwatering: Daun terasa lembek dan lunak, rontok saat tersenggol, mungkin terlihat bengkak atau ada bercak transparan.
  • Tanda underwatering: Daun mengerut dan mengeriput sebelum rontok, terasa tipis seperti kertas, tanaman terlihat kempes secara keseluruhan.
  • Solusi: Siram hanya saat tanah mengering. Tancapkan jari sedalam dua inci untuk mengetes kelembapan sebelum menambah air.

Periksa Hama

  • Hama umum: Kutu putih bersembunyi di pangkal daun terlihat seperti gumpalan kapas kecil, serangga sisik terlihat seperti benjolan cokelat.
  • Kerusakan hama: Hama melemahkan daun dengan menyedot cairan tanaman menyebabkan daun menguning dan rontok sebelum waktunya.
  • Solusi: Singkirkan hama dengan alkohol gosok pada cotton bud. Gunakan semprotan minyak neem untuk infestasi lebih besar.

Nilai Cahaya dan Perubahan

  • Stres cahaya rendah: Tanaman merontokkan daun yang tidak bisa mereka dukung tanpa cukup energi dari sinar matahari yang masuk.
  • Perpindahan baru-baru ini: Tempat baru, pot baru, atau perubahan musim bisa membuat tanaman stres dan merontokkan daun selama beberapa minggu.
  • Solusi: Pindahkan ke tempat lebih terang jika cahaya terlihat kurang. Beri waktu tanaman yang dipindahkan untuk beradaptasi sebelum terlalu khawatir.

Perubahan suhu mendadak juga memicu kerontokan daun. Sukulen tidak suka hembusan dingin tiba-tiba dari jendela atau pintu. Mereka juga menderita di dekat ventilasi pemanas yang menghembuskan udara panas kering. Pindahkan tanaman Anda dari tempat dengan suhu ekstrem dan kerontokan daun seharusnya melambat dalam satu atau dua minggu.

Jika daun rontok saat masih kuat dan hijau, curigai busuk akar. Cabut tanaman dan periksa akarnya. Akar sehat terlihat putih atau cokelat muda. Akar busuk terlihat cokelat atau hitam dan terasa lunak. Potong akar yang rusak dan tanam ulang di tanah kering yang baru. Tunda penyiraman selama seminggu agar luka sembuh.

Baca artikel lengkap: Cara Menumbuhkan Sukulen dari Daun dengan Sukses

Lanjutkan membaca