Umur tanaman jade bisa mencapai hingga 100 tahun dengan perawatan yang tepat, menurut SDSU Extension dan Penn State Extension. Ini menjadikan jade salah satu tanaman hias berumur paling panjang yang bisa Anda miliki. Berapa lama tanaman jade hidup di kebanyakan rumah? Bahkan dengan perawatan biasa, sukulen ini sering bertahan 20 hingga 50 tahun tanpa banyak masalah.
Saya pernah melihat tanaman jade yang diwariskan turun-temurun seperti pusaka keluarga. Seorang teman saya mewarisi jade besar dari neneknya yang ditanam dari setek kecil pada tahun 1970-an. Batang tanaman itu lebih tebal dari pergelangan tangan saya dan tingginya lebih dari satu meter. Ada sesuatu yang istimewa dari merawat makhluk hidup yang pernah dirawat kakek-nenek Anda. Tanaman ini menyimpan kenangan dan sejarah di setiap cabangnya.
Tanaman jade berumur panjang karena struktur tubuhnya. Daun dan batangnya yang tebal serta berdaging menyimpan air yang membantu mereka melewati masa kering yang tidak bisa bertahan oleh tanaman lain. Struktur sukulen ini membuat tanaman jade tumbuh lambat dan stabil, bukan cepat dan rapuh. Tanaman hias yang tumbuh lebih cepat menghabiskan energinya dan sering menurun setelah beberapa tahun. Tanaman jade mengambil pendekatan sebaliknya. Mereka mengarahkan energi untuk membangun batang berkayu yang tebal dan cabang lebat yang semakin kuat seiring waktu.
SDSU Extension mencatat bahwa tanaman jade bisa tumbuh hingga 6 kaki (1,8 meter) dan lebar 3 kaki (0,9 meter) dalam kondisi yang tepat. Lebih dari 300 kultivar tersedia dengan kecepatan tumbuh dan bentuk daun berbeda, tetapi sebagian besar mengikuti pola lambat dan stabil yang sama. Anda bisa memperkirakan usia tanaman jade dengan melihat batangnya. Batang setipis pensil menunjukkan tanaman berusia di bawah lima tahun. Batang setebal 2,5 hingga 5 cm menunjukkan tanaman berusia belasan atau dua puluhan tahun. Batang yang lebih tebal menunjukkan tanaman berusia puluhan tahun.
Anda bisa membantu jade mencapai umur maksimalnya dengan beberapa kebiasaan yang konsisten. Terapkan rutinitas penyiraman yang teratur menggunakan metode rendam-dan-keringkan. Pindahkan jade ke pot baru setiap 2 hingga 3 tahun ke pot yang sedikit lebih besar dengan tanah segar. Jangan sembarangan memindahkan tanaman ke tempat baru. Jade Anda lebih tidak suka perubahan mendadak pada cahaya atau suhu daripada kondisi yang kurang ideal. Jade yang ditempatkan di satu lokasi yang layak selama bertahun-tahun akan tumbuh lebih baik daripada yang Anda pindah-pindahkan setiap bulan.
Dalam koleksi saya sendiri, saya memiliki jade yang saya mulai dari satu setek daun sekitar delapan tahun lalu. Sekarang batangnya selebar koin dan tingginya sekitar 35 cm. Jade Anda tumbuh dengan kecepatan serupa jika Anda memberikan perawatan yang tepat. Mengamati perkembangan lambat ini dari tahun ke tahun memberikan koneksi mendalam dengan tanaman yang tidak Anda dapatkan dari tanaman yang tumbuh cepat.
Beri makan jade Anda selama musim semi dan musim panas dengan pupuk cair setengah dosis sebulan sekali. Hentikan pemupukan di musim gugur dan musim dingin saat pertumbuhan berhenti. Pangkas cabang mati atau rusak begitu Anda menemukannya agar tanaman tidak membuang energi pada bagian yang tidak bisa pulih. Jauhkan hama dengan mengelap daun menggunakan kain lembap setiap beberapa minggu. Kutu putih adalah hama paling umum pada tanaman jade dan mereka bersembunyi di persimpangan tempat daun bertemu batang.
Tanaman jade Anda bisa menjadi pusaka keluarga yang lebih awet dari furnitur, mobil, bahkan rumah tempatnya diletakkan. Perawatan yang konsisten lebih baik dari perawatan yang sempurna. Berikan penyiraman teratur, cahaya yang baik, dan pot baru setiap beberapa tahun. Anda akan melihatnya tumbuh selama puluhan tahun tanpa banyak masalah.
Baca artikel lengkap: Panduan Perawatan Tanaman Jade untuk Pemula