Anda dapat mencegah penyakit tomat yang umum melalui kebiasaan menanam yang cerdas yang menghentikan masalah sebelum dimulai. Pencegahan penyakit tomat tidak memerlukan biaya tambahan dan bekerja lebih baik daripada semprotan atau perawatan apa pun. Begitu tanaman Anda terkena penyakit jamur, kerusakannya sering sudah terjadi.
Saya kehilangan seluruh panen tomat karena busuk daun di satu musim panas dan itu mengubah cara saya berkebun. Dua puluh tanaman berubah hitam dan lembek hanya dalam dua minggu setelah periode hujan. Pelajaran menyakitkan itu mendorong saya untuk mempelajari perawatan tanaman tomat yang tepat yang menjauhkan penyakit.
Tahun berikutnya saya melakukan segalanya secara berbeda. Saya merotasi ke tempat baru di halaman saya. Saya menyiram hanya di pangkal tanaman, bukan menggunakan sprinkler. Saya memberi jarak tanaman cukup lebar agar udara bergerak di antara mereka. Perubahan-perubahan itu memberi saya tanaman tomat sehat yang berproduksi sampai embun beku.
Penelitian Minnesota mendukung apa yang saya temukan di kebun saya sendiri. Jarak yang baik, pemangkasan, rotasi, dan penyiraman di pangkal menghentikan sebagian besar penyakit sebelum menyebar. Anda dapat mencegah lebih banyak masalah dengan langkah-langkah gratis ini daripada dengan semprotan apa pun yang Anda beli di toko.
Sebagian besar penyakit tomat menyebar melalui cipratan air. Spora jamur hidup di tanah dan pada sisa tanaman yang terinfeksi. Ketika hujan atau penyiraman memercikkan tanah ke daun bawah, spora tersebut menemukan inang baru. Inilah mengapa daun bawah sering menunjukkan penyakit terlebih dahulu.
Penyiraman di pangkal memutus siklus ini secara signifikan. Gunakan selang rembes atau irigasi tetes untuk membasahi hanya zona akar. Jaga daun tetap kering dan spora tetap terjebak di tanah di mana mereka tidak dapat menyebabkan kerusakan. Saya melihat 70% lebih sedikit penyakit setelah saya beralih ke saluran tetes di kebun saya.
Rotasi Tanaman Setiap Tahun
- Pindahkan tomat Anda: Tanam di tempat berbeda setiap tahun agar penyakit yang ditularkan melalui tanah tidak menumpuk dari waktu ke waktu.
- Tunggu tiga tahun: Jangan menanam tomat, cabai, atau terong di bedengan yang sama lebih dari sekali setiap 3 tahun.
- Putus siklusnya: Banyak spora jamur mati ketika tidak dapat menemukan tanaman inang di lokasi tersebut.
Beri Jarak Tanaman untuk Sirkulasi Udara
- Beri ruang: Letakkan tanaman 45 hingga 60 cm terpisah agar udara dapat bergerak di antara mereka dan mengeringkan daun basah dengan cepat.
- Pangkas bagian bawah: Buang 30 cm cabang bawah untuk menghentikan cipratan tanah mencapai dedaunan.
- Pikirkan tentang barisan: Sisakan 90 hingga 120 cm antara barisan sehingga Anda bisa berjalan tanpa menyentuh daun basah.
Siram Hanya di Permukaan Tanah
- Lewatkan sprinkler: Penyiraman dari atas membasahi daun dan menyebarkan spora dari tanaman ke tanaman melalui cipratan.
- Gunakan sistem tetes: Selang rembes atau pita tetes menempatkan air tepat di mana akar membutuhkannya tanpa membasahi dedaunan.
- Penyiraman pagi: Jika Anda harus membasahi daun, lakukan di pagi hari agar kering sebelum malam ketika jamur berkembang.
Pungut daun yang jatuh dan cabut tanaman yang sakit segera. Jangan masukkan bahan tanaman yang terinfeksi ke dalam tumpukan kompos Anda karena sebagian besar tumpukan rumahan tidak cukup panas untuk membunuh spora jamur. Masukkan ke kantong dan buang ke tempat sampah.
Pilih varietas tahan penyakit saat Anda membeli bibit atau benih. Cari kode seperti VFN atau VFNT pada label dan kemasan. Huruf-huruf ini berarti varietas tersebut memiliki ketahanan bawaan terhadap penyakit umum. Tanaman tahan tidak akan tetap kebal jika Anda melewatkan praktik baik lainnya, tetapi memberi Anda keunggulan besar.
Perawatan tanaman tomat yang baik membutuhkan waktu lebih sedikit daripada memerangi wabah penyakit nanti. Bangun kebiasaan-kebiasaan ini ke dalam rutinitas Anda sejak hari tanam. Hadiah Anda adalah tanaman tomat sehat yang terus menghasilkan buah lezat sampai embun beku pertama tiba.
Baca artikel lengkap: Cara Menanam Tomat: Langkah-Langkah Penting untuk Sukses