Soal keamanan menyentuh wisteria, kabar baiknya adalah menyentuh daun dan bunga tidak akan membahayakan kebanyakan orang. Anda bisa memetik bunga, mengarahkan cabang, atau berjalan melewati tanaman merambat ini tanpa khawatir. Bahaya sebenarnya tersembunyi di dalam polong biji yang mengandung senyawa beracun dalam kadar jauh lebih tinggi dibanding bagian tanaman lainnya.
Saya sudah memangkas wisteria dengan tangan kosong selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengalami masalah dari batang atau daunnya. Namun iritasi kulit akibat wisteria bisa muncul pada sebagian orang setelah kontak lama dengan getah segar. Getah ini lengket dan bisa menyebabkan kemerahan ringan atau gatal jika terlalu lama menempel di kulit. Sekarang saya memakai sarung tangan saat memangkas banyak. Mencuci tangan dengan sabun dan air setelah bekerja dengan tanaman ini sudah cukup untuk mencegah sebagian besar reaksi kulit.
Bagian wisteria yang beracun dan paling perlu diwaspadai adalah biji dan polongnya. Keduanya mengandung tiga racun yang bekerja bersamaan. Lektin adalah protein yang mengganggu fungsi sel. Wisterin adalah glikosida yang merusak lapisan usus. Resin beracun menambah rasa sakit di perut di atas kedua racun tersebut. Biji mengandung dosis tertinggi dari ketiganya. Daun dan kelopak bunga mengandung kadar jauh lebih rendah yang jarang menimbulkan bahaya hanya dari sentuhan.
NC State Extension menilai tingkat keparahan racun wisteria sebagai rendah bagi manusia melalui kontak kulit. Bahayanya meningkat jika seseorang menelan biji atau polongnya. Sumber dari USDA Forest Service mencatat gejalanya berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare. Anak-anak menghadapi risiko tertinggi karena polongnya terlihat menarik untuk dimainkan. Hanya dua atau tiga biji saja sudah bisa membuat anak cukup sakit hingga perlu dibawa ke dokter.
Bunga dan Daun
- Risiko kontak: Sangat rendah bagi kebanyakan orang, sentuhan biasa tidak menimbulkan reaksi pada sebagian besar tukang kebun yang menanganinya.
- Kadar racun: Mengandung senyawa beracun dalam jumlah sangat kecil, tidak cukup untuk membahayakan melalui kontak kulit normal saat berkebun.
- Yang harus dilakukan: Cuci tangan sebelum makan atau menyentuh wajah setelah memegang bagian mana pun dari tanaman ini sebagai langkah keamanan dasar.
Biji dan Polong Biji
- Risiko kontak: Lebih tinggi saat menangani polong yang pecah, karena getah kental dan lapisan biji bisa mengiritasi kulit sensitif saat disentuh.
- Kadar racun: Dosis tertinggi lektin, wisterin, dan resin beracun di seluruh tanaman terkumpul di dalam struktur biji ini.
- Yang harus dilakukan: Pakai sarung tangan saat membuang polong biji dan jauhkan polong yang jatuh dari area bermain anak-anak atau hewan peliharaan.
Batang dan Kulit Kayu
- Risiko kontak: Rendah dalam penggunaan normal, meski batang yang baru dipotong mengeluarkan getah yang bisa menyebabkan kemerahan ringan pada kulit sebagian orang.
- Kadar racun: Mengandung senyawa yang sama dalam jumlah kecil seperti bagian tanaman lainnya, jauh di bawah kadar yang mengganggu kebanyakan orang dewasa.
- Yang harus dilakukan: Pakai sarung tangan saat pemangkasan besar ketika Anda memotong banyak batang dan terkena banyak getah dalam waktu lama.
Jauhkan anak-anak dari polong biji wisteria setiap saat. Polong berpilin dan pecah terbuka di akhir musim panas, melemparkan biji ke tanah di mana tangan kecil bisa menemukannya. Kumpulkan polong yang jatuh sebelum pecah jika ada anak kecil yang bermain di halaman Anda. Bijinya terlihat tidak berbahaya tetapi mengandung cukup racun untuk menyebabkan gangguan perut serius pada tubuh kecil.
Pendekatan terbaik untuk keamanan menyentuh wisteria cukup sederhana. Pakai sarung tangan saat memangkas atau menangani polong. Cuci tangan setelah bekerja dengan tanaman ini. Buang polong sebelum jatuh. Wisteria aman ditanam dan dinikmati selama Anda memperlakukan bijinya dengan hati-hati. Bunga adalah alasan utama Anda menanam tanaman merambat ini, dan menyentuhnya aman bagi kebanyakan orang.
Baca artikel lengkap: Panduan Menanam dan Merawat Tanaman Wisteria