Kekurangan serpihan kayu memang nyata, meskipun manfaatnya sering kali lebih besar. Anda perlu mengetahui tentang pengikatan nitrogen, pertumbuhan jamur, dan masalah hama sebelum menyebarkan serpihan kayu di taman. Perawatan berkelanjutan dan risiko material buruk juga perlu diperhatikan.
Masalah serpihan kayu yang paling umum dimulai dari nitrogen. Serpihan kayu memiliki rasio karbon-terhadap-nitrogen yang tinggi. Mikroba yang mengurainya mengambil nitrogen dari tanah sekitar untuk memicu proses tersebut. WSU Extension mengonfirmasi bahwa pengikatan nitrogen ini terjadi di batas tipis tempat serpihan kayu bersentuhan dengan permukaan tanah. Pengikatan ini tidak mencapai zona perakaran ketika Anda meletakkan serpihan di atas sebagai mulsa. Namun jika Anda mencampurkan serpihan kayu ke dalam tanah, pengikatan nitrogen menjadi masalah serius yang bisa membuat tanaman kelaparan selama satu musim tanam penuh.
Pertumbuhan jamur membuat saya kaget selama musim panas lembap pertama menggunakan mulsa serpihan kayu. Suatu pagi saya bangun dan menemukan jamur lendir oranye terang serta gerombolan jamur kecil tersebar di bedengan saya. Meskipun jamur-jamur ini tidak berbahaya bagi tanaman, tampilannya mengkhawatirkan dan bisa mengganggu pemilik rumah yang menginginkan tampilan bersih. Artillery fungus (jamur artileri) adalah yang paling merepotkan. Jamur ini menembakkan massa spora hitam kecil ke dinding rumah, mobil, dan pagar Anda. Bintik-bintik seperti tar ini hampir mustahil dihilangkan setelah menempel.
Perawatan menumpuk seiring waktu. Serpihan kayu terurai dan menyusut, sehingga Anda perlu mengisi ulang lapisannya setiap 1-2 tahun untuk mempertahankan penekanan gulma yang efektif. Lapisan setebal 10 cm bisa menyusut menjadi kurang dari 5 cm dalam satu musim di iklim hangat dan lembap. Saya menghabiskan sekitar tiga jam setiap musim semi untuk menggaruk dan menyebarkan serpihan kayu baru di seluruh bedengan taman agar ketebalan tetap terjaga.
Risiko Kontaminasi
- Residu herbisida: Serpihan dari pohon yang diberi perlakuan atau pemeliharaan pinggir jalan mungkin mengandung herbisida persisten yang merusak atau membunuh tanaman taman yang sensitif.
- Kayu olahan: Kayu yang dicat, diwarnai, atau diberi perlakuan tekanan yang tercampur ke tumpukan serpihan membawa bahan kimia yang tidak Anda inginkan di dekat tanaman pangan.
- Tips pencegahan: Selalu tanyakan kepada arboris tentang asal pohon dan periksa serpihan kayu dari cat, noda, atau bau tidak biasa sebelum menyebarkannya.
Menarik Hama
- Siput dan bekicot: Lapisan mulsa tebal menciptakan tempat persembunyian yang sejuk dan lembap yang disukai siput, yang bisa menyebabkan kerusakan berat pada tanaman di sekitarnya.
- Kekhawatiran rayap: Serpihan kayu yang diletakkan menempel fondasi rumah mungkin menarik rayap, meskipun penelitian menunjukkan risikonya lebih rendah dari yang banyak orang takutkan.
- Habitat tikus: Tumpukan mulsa tebal di dekat bangunan bisa menjadi tempat berlindung tikus dan vole yang bersembunyi di bawahnya untuk kehangatan dan tempat bersarang.
Masalah Penampilan
- Tampilan tidak rata: Serpihan arboris memiliki ukuran dan warna campuran yang tidak sesuai dengan tampilan rapi produk mulsa komersial berwarna.
- Warna memudar: Serpihan segar berubah abu-abu dalam beberapa bulan karena sinar matahari dan hujan melunturkan warna alami kayu dari lapisan permukaan.
- Potongan berterbangan: Serpihan kayu kering yang ringan bisa beterbangan tertiup angin kencang, berserakan ke halaman rumput, jalan masuk, dan trotoar di dekat area yang dimulsa.
Anda bisa meminimalkan sebagian besar kelemahan serpihan kayu dengan beberapa praktik cerdas. Letakkan serpihan di atas permukaan tanah dan jangan pernah mencampurkannya ke dalam. Sisakan jarak 7 cm di sekitar batang tanaman dan batang pohon untuk mencegah pembusukan akibat kelembapan. Dapatkan serpihan kayu dari arboris tepercaya yang bisa memberi tahu Anda spesies apa yang dicacah dan apakah ada pohon yang pernah diberi perlakuan. Pilih serpihan kayu keras seperti oak atau maple untuk ketahanan lebih lama yang tidak perlu sering diganti.
Terlepas dari masalah-masalah ini, serpihan kayu tetap termasuk pilihan mulsa terbaik yang tersedia. Kelemahan serpihan kayu bisa dikelola jika Anda tahu apa yang diharapkan dan bagaimana mengatasinya. Saya telah menghadapi setiap masalah dalam daftar ini selama beberapa tahun terakhir dan tetap menggunakan serpihan kayu di setiap bedengan taman yang saya rawat. Kuncinya adalah memulai dengan mata terbuka dan mengambil langkah-langkah sederhana untuk menghindari jebakan terburuk.
Baca artikel lengkap: 10 Kegunaan Terbaik Serpihan Kayu