Apa itu sistem berkebun vertikal?

picture of Paul Reynolds
Paul Reynolds
Diterbitkan:
Diperbarui:

Sistem berkebun vertikal adalah instalasi yang menumbuhkan tanaman ke atas, bukan menyebar di permukaan tanah. Struktur ini menumpuk tingkat penanaman di atas satu sama lain atau dipasang di dinding dan pagar. Mereka mengubah ruang vertikal kosong menjadi area untuk menanam makanan.

Saya pertama kali melihat struktur kebun vertikal di kebun komunitas lokal saya tiga tahun lalu. Seorang tetangga membangun menara dari pot yang ditumpuk di pagarnya. Dia menanam selada cukup untuk keluarganya hanya di empat kaki persegi. Momen itu mengubah cara pandang saya terhadap balkon kecil saya selamanya.

Kebun standar menyebarkan tanaman di tanah datar dan membutuhkan banyak ruang untuk menanam makanan. Sistem vertikal membalik konsep ini dengan menumpuk lapisan tanam di atas satu sama lain. Anda menggunakan ruang lantai yang sama tetapi mendapat lebih banyak area tanam dengan naik ke atas. Menara setinggi enam kaki bisa menghasilkan sebanyak bedengan setinggi dua belas kaki sambil hanya menggunakan dua kaki ruang tanah.

Angka di balik metode ini sangat mengesankan. Data USDA menunjukkan pertanian vertikal menghasilkan 10 hingga 20 kali lebih banyak per hektar dibanding pertanian datar. Sistem rumahan bekerja dengan ide dasar yang sama. Anda memanen lebih banyak makanan dari ruang lebih kecil dengan menumpuk permukaan tanam di satu titik kecil.

Sistem kebun hemat ruang ini cocok untuk balkon apartemen, teras kecil, dan halaman perkotaan di mana ruang tanah terbatas. Anda bisa memasang kebun di dinding kosong atau meletakkan menara di sudut. Para penyewa menyukainya karena kebanyakan tidak perlu pengeboran dan bisa dipindahkan ke rumah berikutnya.

Sistem Menara Bertumpuk

  • Desain: Tingkat penanaman ditumpuk pada tiang dengan lubang untuk tanaman di setiap level.
  • Cocok untuk: Herba, selada, dan stroberi yang tumbuh subur di ruang akar yang ringkas.
  • Ruang yang dibutuhkan: Hanya memerlukan 1 hingga 2 kaki persegi ruang lantai dengan 20 atau lebih titik tanam.

Pot Gantung Dinding

  • Desain: Kantong atau palung dipasang di dinding dan pagar untuk menciptakan dinding hidup.
  • Cocok untuk: Sukulen, herba, dan tanaman menjuntai yang terlihat indah menggelantung.
  • Ruang yang dibutuhkan: Menggunakan nol ruang lantai karena semuanya dipasang di dinding yang ada.

Menara Hidroponik

  • Desain: Air mengalir melalui saluran yang menampung tanaman dalam larutan nutrisi, bukan tanah.
  • Cocok untuk: Sayuran hijau dan herba cepat tumbuh yang mendapat manfaat dari pasokan air dan nutrisi yang stabil.
  • Ruang yang dibutuhkan: Mulai dari unit meja hingga menara setinggi penuh untuk berbagai tujuan.

Sistem Teralis dan Rangka

  • Desain: Rangka penyangga mengarahkan tanaman merambat seperti tomat dan kacang untuk tumbuh ke atas.
  • Cocok untuk: Tanaman merambat yang ingin memanjat dan menghasilkan panen berlimpah.
  • Ruang yang dibutuhkan: Penanaman di tanah dengan pertumbuhan vertikal mencapai tinggi 6 hingga 8 kaki.

Setiap jenis sistem bekerja paling baik untuk tanaman dan ruang tertentu. Menara bertumpuk dan pot dinding paling cocok untuk herba kecil dan sayuran hijau. Instalasi hidroponik menumbuhkan tanaman lebih cepat tetapi memerlukan listrik untuk pompa. Sistem teralis paling murah tetapi tetap memerlukan ruang bedengan di permukaan tanah.

Mulailah dengan mengukur ruang Anda dan memilih apa yang ingin Anda tanam. Balkon cerah dengan dinding kosong mungkin sangat cocok untuk pot herba. Sudut teras yang teduh bisa mendukung menara selada di bawah lampu tanam. Cocokkan sistem Anda dengan kondisi Anda dan Anda akan menemukan kesuksesan berkebun vertikal.

Baca artikel lengkap: 10 Sistem Berkebun Vertikal Terbaik

Lanjutkan membaca